Ana

Tampilkan postingan dengan label Dunia Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Fauna. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juni 2019

Fasilitas Anak Mengenal Satwa di Taman Margasatwa Ragunan





            Di Kebun Binatang Ragunan ada fasilitas baru yang  keren dan berguna bagi anak-anak. Fasilitas ini sebenarnya cukup sederhana tetapi tampilannya cukup menarik, terutama untuk spot foto. Saat saya berada di sana memang banyak orang yang berfoto di tempat itu.
            Ada bagian khusus anak-anak di Kebun Binatang Ragunan. Nah, di tempat inilah fasilitas ini berada. Sebenarnya ini adalah ruas jalan biasa. Di bagian atasnya digantungi dengan aneka gambar binatang berselang-seling dengan topi caping.

            Anak-anak yang berkunjung ke sini dapat melihat-lihat gambar aneka binatang. Gambar-gambar yang digantung itu bergerak-gerak karena tertiup angin. Terlihat anak-anak berlompatan di bawahnya sambil menunjuk-nunjuk ke arah gambar-gambar itu.
            Saya menuliskan tentang wahana sederhana ini di blog ini karena saya menghargainya. Menurut saya fasilitas ini adalah sesuatu yang baik. Dengan modal yang tidak terlalu besar dapat membuat sesuatu yang berguna. Anak-anak mendapat pengetahuan tentang satwa sekaligus menggerakkan badannya. {ST}

Kamis, 09 Mei 2019

Nyasar ke Toko Reptil




            Saat berjalan-jalan di sebuah mal, saya tertarik melihat kura-kura di dalam kandang. Keluarga kami memang penggemar kura-kura. Hampir semua keluarga saya suka kura-kura tanpa sebab yang jelas. Demikian pula dengan saya. Keberadaan hewan lucu itu di sebuah mal mengundang langkah kaki saya untuk mendekat.
            Saat mendekati kura-kura itu saya baru sadar bahwa toko khusus binatang peliharaan itu khusus untuk reptil. Saya melihat binatang sejenis kadal (atau iguana) di kandang lain. Saat itu sudah terlambat bagi saya untuk tidak melihat ular, sejenis reptil yang kruang saya sukai.
            Saya bergidik saat melihat seekor ular melingkar tak jauh dari situ. Ular itu sepertinya tahu saya tidak terlalu nyaman berada di dekatnya. Sepertinya kami sempat bertemu pandang sebelum saya melarikan diri ke temapt lain yang tidak ada ularnya. {ST}

Minggu, 05 Mei 2019

Atraksi Memberi Makan Kura-Kura






            Saya berhenti sejenak saat melewati sebuah pet shop. Di bagian depan pet shop itu ada banyak anak-anak berkerumun. Mereka berseru-seru dengan gembira, membut saya makin penasaran apa yang mereka lakukan. Saat mendekati kerumunan itu, ada seorang yang menegur saya, meminta saya untuk antre.

            “Saya cuma mau liat. Ada apaan, sih? Pada liatin apaan?” tanya saya.

            “Oooo… itu pada ngasih makan kura-kura. Beli daunnya di situ terus gantian ngasih ke kura-kuranya,” kata orang itu.
            Saya tidak berniat untuk ikut-ikutan memberi makan kura-kura itu apalagi melihat antrean anak-anak kecil yang antusias itu. Saya hanya melihat dan menikmati pemandangan itu sambil sesekali tersenyum melihat tingkah lucu mereka.

            Atraksi memberi makan kura-kura ini mengingatkan saya pada acara memberi makan ikan. Pengunjung membeli makanannya, kemudian memberi makan hewan-hewan itu. Kegiatan ini semacam simbiosis mutualisme kalau di pelajaran biologi. Saling menguntungkan bagi semuanya, baik bagi pengunjung, pemilik, dan tentu saja si kura-kuranya. {ST}

Jumat, 09 Maret 2018

Tiga Kura-Kura Baru





            Akhir tahun 2017 yang lalu kami menemukan 2 ekor kura-kura kecil di kolam kami. Di awal tahun 2018 ini ada kura-kura baru lagi. Jadi, totalnya ada 3 kura-kura kecil yang baru menetas di kolam kami.
            Biasanya, kura-kura yang lahir di kolam kami diberi nama. Kura-kura yang pernama namanya Obe1 (baca Obewan). Kura-kura bernama lengkap Quando Obe1 Kenobi ini tidak berumur panjang. Nama itu kemudian dilanjutkan dengan Obe2, Obe3, dst. Semua kura-kura memiliki nama lengkap yang cukup panjang. Obe adalah nama induk mereka yang obesitas.
            Ketiga kura-kura yang baru menetas ini belum memiliki nama lengkap. Nama mereka hanya Obe4, Obe5, dan Obe6.  Nama-nama itu dengan mudah kami lupakan karena ketiga kura-kura ini makin lama makin susah dibedakan. Ukurannya memang ada yang berbeda, namun motifnya makin terlihat sama.

            Saya menanyakan ke Mamah apakah ia ingin memberi nama kura-kura yang lahir di kolamnya itu. Jawaban dari pertanyaan ini tidak langsung didapat. Sepertinya Mamah sedang berpikir keras untuk memberi nama binatang kesayangannya. Mamah memberi mereka nama Eet, Oot, dan Iti. {ST}

Rabu, 07 Februari 2018

Anjing yang Diikat Takut Kucing




              Di dekat rumah saya, tepatnya di rute yang sering saya lewati, ada seekor anjing yang sering diikat oleh pemiliknya. Anjing berwarna putih ini bukanlah anjing yang istimewa. Dari wajahnya dapat ditebak apabila anjing ini adalah anjing kampung yang biasa saja.
              Anjing ini sepertinya dipelihara sebagai “alarm”. Ya, anjing ini menggonggong apabila ada orang yang mendekat. Saya juga sering digonggong saat lewat di dekatnya. Walaupun anjing ini menyalak dengan galak, saya tidak takut. Anjing itu diikat. Kadang-kadang anjing itu diikat di tiang listrik pinggir jalan.
              Suatu pagi, saya berjalan kaki menuju anjing itu. Anjing itu diikat seperti biasanya. Namun, kali ini dia tidak menggonggong. Anjing itu terlihat ketakutan. Anjing itu takut pada seekor kucing.
              Entah apa yang membuat anjing ini takut pada kucing. Rasanya kok agak menentang kebiasaan. Biasanya anjinglah yang membuat kucing takut. Mungkin karena anjing itu diikat sementara si kucing dapat bergerak bebas. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini