Ana

Kamis, 30 Januari 2020

Teko Teh Keramik


            Toko teh yang digunakan untuk teh cina (Chinese tea) biasanya terbuat dari keramik. Teh ini biasanya diseduh menggunakan air mendidih dan langsung disajikan tak lama kemudian. Ada yang mengatakan rasa teh yang paling nikmat memang harus menggunakan teko berbahan keramik. Apabila menggunakan teko berbahan logam, rasanya akan berbeda.

            Saya sebenarnya tidak terlalu tahu apa bedanya. Akan tetapi saya lebih menikmati minum teh dengan menggunakan teko keramik. Menuangkan teh dari teko ini rasanya lebih menyenangkan dibandingkan dengan teko logam atau tekoo kaca. {ST}

Rabu, 29 Januari 2020

Sungai Kahayan Dalam Kenangan


            Sungai Kahayan menjadi bagian dari masa kecil saya di Palangkaraya. Sungai ini memang mengalir melewati Kota Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah. Sungai ini pula yang menghubungkan kota ini dengan Tewang Pajangan, desa kecil tempat ayah saya dilahirkan.
            Waktu kecil, saya suka bermain ke tepi Sungai Kahayan. Tempat tinggal saya tidak terlalu jauh dari tepi sungai. Untuk mencapai tepi sungai dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Ada beberapa tempat yang sering saya kunjungi, yaitu pemukiman yang menggunakan jalan setapak kayu dan tempat pembuatan bata.
            Waktu kecil dulu, sungai ini terlihat sangat besar. Sisi seberang terlihat sangat jauh dari tempat saya biasanya memandang. Untuk menyeberanginya tidak bisa dengan berenang, harus menggunakan sampan atau kelotok. Saya dan teman-teman biasanya hanya bermain di tepinya saja. Itu pun tidak terlalu sering karena kami sebenarnya dilarang untuk main di sungai.
            Saat remaja, saya meninggalkan kota ini dan pindah ke Jakarta. Walaupun demikian, saya masih sering ke kota ini. Orang tua saya sekarang memilih untuk tinggal di kota ini. Kebanyakan keluarga saya juga berada di Palangkaraya. Saya paling sering ke Palangkaraya untuk merayakan Natal. Pernah juga saat Paskah.

            Sungai Kahayan sekarang sudah dapat diseberangi dengan mudah. Ada jembatan indah yang dibangun untuk menghubungkan kedua sisi sungai besar ini. Jembatan melengkungg berwarna merah itu sekarang menjadi salah satu ikon kota ini. Setiap kali berkunjung ke Palangkaraya, saya selalu menyempatkan diri untuk mampir ke tepi Sungai Kahayan, biasanya ke dekat jembatan yang dikenal sebagai Jembatan Kahayan ini. {ST}

Selasa, 28 Januari 2020

Kaca Patri Merpati


            Kaca patri sering dijadikan hiasan di gereja. Warna-warninya menjadi makin cerah dan indah saat terkena sinar Matahari. Di beberapa gereja, kaca patrinya bermotif tokoh-tokoh dan juga kejadian yang ada di Alkitab. Salah satu yang sering dijadikan motif kaca patri adalah burung merpati.

Burung lambang perdamaian itu memang tepat dijadikan simbol di tempat ibadah. Selain karena dasar Alkitabiah, burung ini juga terlihat indah terutama saat terkenal sinar Matahari. Warnanya yang putih makin terlihat cemerlang saat berpadu dengan warna sekitarnya. {ST}

Senin, 27 Januari 2020

Helm Dibungkus Kantong Plastik Merah Putih


            Saat sedang naik bus, pandangan saya terpaku pada bulatan berwarna merah putih. Bulatan itu terlihat di setiap sepeda motor yang sepertinya sedang parkir. Pemandangan itu menarik perhatian saya karena saat itu tidak sedang bulan Agustus. Warna-warni merah putih biasanya adalah pemandangan biasa di negara ini pada bulan Agustus, bulan kemerdekaan RI.
            Kebetulan saat itu bus bergerak sangat perlahan bahkan nyaris berhenti. Saya jadi memiliki kesempatan untuk dapat mengamati bulatan merah putih itu. Ternyata bulatan-bulatan itu adalah helm yang dibungkus kantong plastik merah dan putih.

            Sepertinya plastik itu disediakan oleh pengelola tempat parkir. Ide itu bagus juga. Helm yang dititipkan di situ tidk basah. Warnanya yang merah putih juga sekaligus menjadi pemandangan. {ST}

Minggu, 26 Januari 2020

Tahu Bulat yang Digoreng Dadakan


            Tahu bulat sempat sangat terkenal belum lama ini. Selain karena bentuknya yang unik, cara menjualnya pun unik. Hampir semua penjaja tahu bulat menggunakan tagline yang sama, yaitu tahu bulat digoreng dadakan. Ya, biasanya tahu ini memang baru digoreng apabila ada orang yang mau membelinya.

            Tahu bulat rasanya sama saja seperti tahu biasa. Ada yang enak, ada pula yang biasa saja. Tergantung jenis tahunya. Cara makannya pun sama saja. Biasanya tahu bulat yang digoreng dadakan itu dimakan dengan menggunakan cabe rawit hijau. {ST}

Sabtu, 25 Januari 2020

Sebaskom Rebusan Sebagai Camilan


            Sepupu saya membawa makanan rebusan saat menjelang tahun baru. Ia memang sudah mengatakan sebelumnya. Namun, saya tetap terkejut saat melihatnya. Ia membawa sebaskom rebusan untuk menemani begadang. Padahal saat itu kami yang berkumpul tidak terlalu banyak. Sebaskom camilan itu bisa memberi makan sekampung.

            Saat menanti datangnya tahun baru, kami memakan beberapa dari camilan itu. Kebanyakan hanya memakan sedikit karena memang sudah lewat jam makan. Saya yang mengambil 3 potong temasuk yang paling banyak mengambil rebusan. Sebaskom rebusan itu tetap masih terlihat banyak keeseokan harinya. Akhirnya kami membaginya kepada siapa saja yang kami temui saat itu. {ST}

Jumat, 24 Januari 2020

Kembang Tahu


            Saya cukup suka memakan kembang tahu. Kembang tahu yang saya maksud ini yang berwarna putih lembut. Cara memakannya dengan menggunakan air gula jawa campur jahe. Kembang tahu ini enak dinikmati baik panas maupun dingin.        
Seperti juga tahu, kembang tahu juga dihasilkan dari kedelai. Saya tidak terlalu tahu cara membuat tahu versi ini. Biasanya saya membeli. Dii sekitar kompleks rumah saya ada penjual kembang tahu keliling. Kembang tahu ini disajikan hangat dengan air gula jawa dan jahe.

Selain kembang tahu yang putih lembut itu, ternyata juga ada kembang tahu yang bentuknya kering dan berwarna cokelat. Kembang tahu ini terlihat seperti kuli kering yang keriput. Kembangg tahu ini juga berasal dari kedelai. Biasanya kembang tahu ini dijadikan masakan capcay. {ST}

Kamis, 23 Januari 2020

Jalan Terus Dilarang Berhenti


            Ruas jalan ini unik. Di tempat ini ada tulisan “jalan terus dilarang berhenti”. Tanda seperti ini jarang saya lihat. Saya lebih sering melihat penanda supaya berhenti. Saat melihat penanda itu, saya malah berhenti dan mengamati.

            Ruas jalan itu berada di dalam Kebun Raya Ragunan. Jalan itu cukup lebar untuk pejalan kaki tetapi sempit untuk ukuran kendaraan terutama mobil. Ruas jalan itu hanya dapat dilewati oleh satu jalur mobil. Apabila ada yang berhenti, mobil di bagian belakang akan kesulitan untuk mendahului. Sepertinya itulah alasannya mengapa di ruas jalan ini tidak boleh berhenti. {ST}

Rabu, 22 Januari 2020

Kakau yang Masih di Pohon


            Cokelat sudah lama menjadi makanan manusia. Makanan yang biasanya diolah menjadi camilan ini biasanya rasanya manis. Sampai-sampai saya pernah mengira cokelat itu memang tumbuhan yang manis. Baru belakangan saya tahu kalau cokleat itu aslinya berasa pahit.

            Walaupun sudah tahu rasa dan bentuk buah kakau (buah penghasil cokelat), saya tetap terpana saat melihat buah kakau yang ada di pohonnya. Ternyata pohon kakau ini pohon berkayu yang cukup besar. Saya melihat banyak pohon-pohon ini di Tana Toraja yang sejuk. Di sela-sela pohon-pohon ini, ada pohon kopi. Mungkin kelak kedua bahan ini akan bertemu lagi di meja makan atau di dalam gelas. {ST}

Selasa, 21 Januari 2020

Kura-Kura yang Menggelembung


            Kami memelihara beberapa kura-kura. Kura-kura itu tinggal di taman yang ada kolamnya. Mereka bisa dengan bebas memilih untuk berada di dalam air atau di taman. Kami juga menyediakan tempat berpasir untuk meletakkan telur. Kura-kura di kolam kami ini sudah beberapa kali bertelur. Telur-telurnya ada juga yang menetas. Saya pernah membagikan beberapa ceritanya di blog ini.
            Kura-kura bukanlah binatang peliharaan yang dapat dibelai-belai seperti anjing atau kucing. Binatang peliharaan ini hanya dapat dilihat-lihat saja. Kami sudah cukup senang saat melihat kura-kura sedang makan atau berjalan di taman. Kami juga senang sekali saat ada kura-kura baru yang menetas.
            Salah seekor kura-kura kami ada yang memiliki kelainan pada tubuhnya. Tubuhnya bengkak menggelembung. Awalnya saya sempat mengira gelembung putih itu adalah telur. Saya kesulitan mengamati karena kura-kura ini langsung nyebur ke kolam ketika didekati.
            Suatu pagi setelah sarapan, saya melihat kura-kura ini sedang berada di tepi kolam. Saya mengendap-endap di balik pintu berterali dan mencoba memotretnya. Ternyata benar bagian menggelembung itu adalah bagian tubuhnya, bukan telur. Sepertinya kura-kura itu mengalami pembengkakan bagian tubuh atau memiliki tumor.

            Sampai catatan ini saya buat, kami belum memutuskan apa yang akan kami lakukan dengan kura-kura ini. Apakah dibiarkan saja atau membawanya ke dokter hewan. Untuk sementara ini yang saya lakukan baru mencari informasi di internet tentang benjolan pada tubuh kura-kura. Informasi yang saya dapatkan tidak terlalu memuaskan. {ST}

Senin, 20 Januari 2020

Kaus Kaki Grip


            Saat mengunjungi sebuah tempat bermain untuk anak, saya diminta melepaskan sepatu dan mengenakan kaus kaki ini. Setiap pengunjung yang datang dan membayar untuk bermain di tempat ini akan mendapatkan sepasang kaus kaki. Katanya kaus kaki itu aman untuk tempat seperti ini.

            Kaus kaki ini di bagian bawahnya ada gripnya. Grip itu membuat langkah kaki tidak licin saat melangkah menggunakan kaus kaki ini. Di tempat bermain trampolin dan melompat-lompat ini memang sangat penting untuk menjaga keseimbangan supaya tidak terlepeset. {ST}

Minggu, 19 Januari 2020

Es Krim Rasa Semangka


            Saya tertarik saat melihat es krim berbentuk potongan semangka ini. Bentuknya mirip banget dengan buah semangka. Bagian tengahnya berwarna merah lengkap dengan bijinya. Bagian tepinya berwarna hijau seakan-akan kulit semangka.

            Selain bentuknya yang menarik, rasanya ternyata juga enak. Es berbentuk semangka ini rasanya seperti buah semangka yang segar. Sementara “biji” semangkanya terbuat dari cokelat cip. {ST}

Sabtu, 18 Januari 2020

Kartu Pos Zaman Sekarang


            Kartu pos turut mewarnai masa kecil saya. Saya ingat dulu saya pernah membeli kartu pos di kantor pos. Kartu pos itu saya gunakan untuk mengirim kuis dan sayembara di majalah anak tempat saya bekerja sekarang ini. Walaupun tidak pernah menang, saya tetap mengirimkannya berkali-kali.
            Kartu pos yang dibeli di kantor pos itu bagian belakangnya kosong. Nah, di bagian kosong itulah jawaban kuis dituliskan dan kupon ditempelkan. Alamat pengirim dan alamat tujuan ada di lembar sebaliknya. Saya makin suka dengan kartu pos saat mengetahui ada beberapa kartu pos yang bergambar. Gambarnya keren-keren semua.
            Ada masanya ketika saya suka mengumpulkan kartu pos bergambar. Saat pergi ke daerah wisata, saya sering membeli kartu pos. Kadang-kadang saya juga membeli kartu pos di toko buku. Hobi mengumpulkan kartu pos ini lama-lama pudar sampai akhirnya terlupakan. Koleksi saya tidak bertambah lagi.
            Saat melihat kartu-kartu pos yang digantung ini, saya kembali teringat pada kartu pos masa kecil saya itu. Teringat bagaimana menempelkan prangko di sudutnya. Tentu saja teringat kembali pada sayembara majalah Bobo yang tidak pernah saya menangkan.

            Saat ini kartu pos sudah tidak seterkenal dulu. Tidak banyak lagi orang yang memakai kartu pos untuk komunikasi. Pesan virtual yang lebih banyak dikirimkan menggunakan media digital. Media ini dapat memberikan pesan lebih cepat sampai di tujuan. Kartu pos hanya dijadikan sebagai koleksi. {ST}

Jumat, 17 Januari 2020

Pojok Baca di Bandara Soekarno Hatta


            Sebagai seorang yang suka membaca, saya selalu tertarik melihat rak buku, termasuk rak buku yang saya temukan di bandara ini. Setelah didekati, ternyata rak buku itu berisi buku-buku yang boleh dibaca dengan bebas. Semacam pojok baca atau perpustakaan gratis gitu, deh. Pojok baca ini disponsori oleh sebuah jaringan toko buku yang beberapa gerainya ada di bandara.
            Buku-buku yang ada di rak buku itu bagus-bagus dan berharga mahal. Kalau dinilai harganya, mengadakan pojok baca itu memakan biaya yang cukup mahal. Ini kesempatan bagi saya yang suka membaca. Dalam kesempatan menunggu selama satu jam itu, saya sempat membaca dan membuka-buka beberapa buku bagus. Kebanyakan bukunya tentang Indonesia.
            Seperti kebanyakan pojok baca yang berada di tempat umum, pojok baca ini tidak ada penjaganya. Pembaca yang mau membaca buku harus melayani diri sendiri, mengambil buku dari rak, membacanya di tempat duduk dekat situ, kemudian mengembalikannya lagi.
            Pada waktu itu, bandara terlihat cukup ramai karena sedang liburan akhir tahun. Namun, tidak terlalu banyak orang yang memilih menggunakan waktunya untuk membaca buku. Hanya beberapa orang saja yang membolak-balik buku. Kebanyakan lebih memilih melihat-lihat gawainya.

            Sebagai orang yang peduli dengan perkembangan literasi, saya menyambut baik adanya pojok baca ini. Semoga makin banyak orang yang suka membaca. {ST} 

Kamis, 16 Januari 2020

Asah Pisau Keliling


            Di kompleks rumah saya, ada orang yang berprofesi sebagai tukang asah pisau keliling. Saya beberapa kali menggunakan jasanya untuk mempertajam pisau-pisau di rumah kami. Ongkos atas jasanya tidak terlalu mahal, kok.
            Pisau-pisau di rumah kami kadang-kadang menjadi tumpul karena terlalu banyak digunakan. Untuk mempertajamnya, ibu saya selalu menyediakan batu asah di rumah. Sejak kecil, kami sudahh tahu cara menggunakannya. Anak-anak yang masih kecil belum boleh mengasah pisau. Baru boleh belajar mengasah pisau pada umur sekitar  tahun.
            Pembatasan umur itu membuat saya cukup bangga ketika akhirnya bisa mengasah pisau sendiri. Ada masanya saya suka mengasah pisau sambil bermain air. Pisau yang digosok-gosok di batu asah itu sesekali memang disiram air. Suatu kali, saya mencoba mengasah pisau besar ala Dayak yang dikenal dengan nama mandau. Ukurannya yang besar cukup menyusahkan. Saya pun berimprovisasi dengan menggerakkan batu asahnya, bukan pisaunya. Hasilnya jari saya malah terluka.

            Pengalaman itu membuat saya tidak lagi suka mengasah pisau. Saya hanya mengasah pisau kalau sangat terpaksa. Adanya tukang asah pisau keliling ini memudahkan saya untuk mengasah pisau tanpa harus melakukannya sendiri. {ST}

Rabu, 15 Januari 2020

AC di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta



            Saat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, saya kerap kali kedinginan. Pendingin udara menyemburkan angin dingin yang kadang-kadang membuat baju sampai berkibar. Pendingin udara itu ditempatkan di beberapa tempat. Ada yang di tengah ruangan, ada pula yang di bagian pinggir.

            Saya yang tidak terlalu kuat hawa dingin biasanya menghindar dari pendingin udara ini. Namun, bentuknya yang lucu menarik perhatian saya. Pendingin udara itu dikemas dalam kotak. Kedua corongnya terlihat seperti mata yang lucu. {ST}

Selasa, 14 Januari 2020

Memakai Helm Basah


            Suatu kali saya naik ojek online dengan jarak yang cukup jauh. Perjalanan menggunakan ojek ini saya pilih untuk mengejar waktu. Saat itu hujan baru saj reda. Saya membayangkan perjalanan menggunakan mobil akan lebih lama karena macet.
            “Mbak mau pakai helm?” tanya abang ojek.
            Saya mengerutkan kening sebentar kemudian menjawab, “Ya iya, dong. Masa naik motor enggak pakai helm?” sahut saya.
            “Helm saya basah, Mbak,” ujar abang ojek itu sambil memberikan helmnya ke saya.
            Saat memegang helm itu, saya tidak merasa ada yang basah karena saya memgang bagian luarnya. Helm itu basah di bagian dalamnya. Itu sangat terasa saat helm itu dipakai. Helm itu tidk hanya lembap, tetapi sangat basah. Rambut saya sampai rasanya lepek karena basah.

            Perjalanan yang cukup jauh itu memaksa saya menggunakan helm itu dlam waktu yang cukup lama. Kepala saya lama-lama terasa berat. Rasanya seperti habis kena gerimis. Saya lega sekali saat akhirnya tiba di tujuan. {ST}

Senin, 13 Januari 2020

Buah Naga Tanaman Sendiri yang Berbuah


            Saya cukup sering memakan buah naga. Buah ini banyak dijual di toko-toko sekitar saya. Buah naga yang dulunya berharga mahal ini sekarang dapat dibeli dengan harga yang terjangkau. Buah naga bahkan sempat dijual dengan harga murah karena hasil yang melimpah. Bayangkan saja, untuk 1 kilogram buah naga harganya di bawah Rp 10.000. Buah naga yang mudah didapat itu tidak pernah menimbulkan minat bagi saya untuk menanamnya sendiri.
            Orang tua saya menanam buah naga di halamannya. Buah naga itu diikat di batang kayu supaya tetap tegak. Yang cukup menggembirakan, buah naga ini berbunga dan berbuah. Saya sempat memotretnya tetapi tidak sempat memakannya.

            Setelah dilihat-lihat, buah ini memang terlihat mirip naga terutama ketika masih berada di pohonnya. Buah yang berwarna merah muda itu bersisik seperti naag dalam cerita. Bentuk daun pembungkusnya terlihat seperti lidah api. {ST}

Minggu, 12 Januari 2020

Para Pria Penyeberang Jalan


            Beberapa tahun yang lalu, saya pernah sangat takut menyeberangi jalan. Mungkin itu karena saya pernah tertabrak sepeda motor saat menyeberang jalan waktu kecil dulu. Ketakutan itu saya rasakan selama bertahun-tahun. Tiap kali mau menyeberang jalan, saya berusaha mencari teman atau orang lain yang mau membantu mengantarkan saya sampai ke seberang jalan.
            Selama bertahun-tahun pula, saya tidak kesulitan mencari orang yang mau membantu saya menyeberang. Orang asing pun, terutama para pria, biasanya dengan sigap membantu saya menyeberang jalan. Biasanya mereka berjalan di sisi arah datangnya kendaraan.
            Walaupun tidak kesulitan mendapatkan teman menyeberang, saya tetap berusaha untuk berani menyeberang jalan sendirian. Keberanian itu baru saya dapatkan saat saya kuliah di sebuah kampus di daerah Grogol. Saya ingat waktu itu saya ketakutan sekali mau menyeberang ke arah terminal. Setelah berusaha menenangkan diri, saya akhirnya bisa berjalan dengan tenang ke seberang. Konon kabarnya dalam urusan menyeberang jalan, berjalan dengan tenang lebih aman dibandingkan berlari.
            Setelah keberanian saya muncul, saya dapat menyeberang tanpa harus ada yang menemani. Akan tetapi, teman-teman saya, terutama para pria, biasanya langsung mengambil tempat di bagian datangnya kendaraan tanpa diminta. Sikap seperti itu seakan-akan melindungi saya. Saya pun tidak keberatan.
            Saat bekerja di kantor saya yang sekarang, saya sering menggunakan bus untuk pergi dan pulang kerja. Saya harus menyeberang jalan menuju halte bus yang berada di tengah jalan itu. Pengalaman menyeberang ini selalu membuat saya bersyukur. Saya bersyukur karena sekarang sudah berani menyeberang sendiri tanpa takut atau tergantung pada orang lain.
            Dari beberapa kali pengalaman menyeberang itu, saya jadi mengamati orang-orang yang menyeberang. Para pria yang membantu menyeberangi jalan sudah jarang saya temui. Kalaupun ada, biasanya para satpam yang bertugas di depan kantor saya. Pria-pria lainnya cuek-cuek aja saat menyeberang. Beberapa bahkan ada yang ngumpet dan berjalan paling jauh dari datangnya arah kendaraan. Sekali lagi saya bersyukur sudah memiliki keberanian untuk menyeberang jalan sendiri. {ST}

Sabtu, 11 Januari 2020

Plafon Bocor yang Lepas


            Atap rumah yang saya tempati ada yang bocor. Nah, kebocoran itu tepat berada di atas kamar saya. Kebocoran ini adalah kebocoran baru. Sebelumnya ada juga bocor di bagian lain tetapi sudah diperbaiki. Kebocoran baru ini tidak dapat langsung diperbaiki karena sedang musim hujan.
            Pada awal tahun 2020 ini curah hujan sangat tinggi. Tahun ini bahkan diawali dengan banjir di Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, di daerah Jakarta Timur curah hujannya tercatat paling tinggi sepanjang sejarah. Hujan yang turun berjam-jam di bukan Januari 2020 ini adalah sesuatu yang kerap terjadi.
            Perbaikan atap bocor sebaiknya dilakukan saat sedang tidak hujan. Karena itu saya berusaha sabar menanti berlalunya musim hujan. Saya hanya bisa pasrah melihat plafon rumah saya sampai terkelupas. Saya bahkan pernah kejatuhan sebagian plafon itu saat hujan lebat berjam-jam. {ST}

Jumat, 10 Januari 2020

Menjaga Anak Orang Lain di Bus


            Selama berkendara menggunakan bus, saya sering bertemu dengan orang yang membawa anak kecil. Mereka ini biasanya mendapatkan kursi prioritas di bus. Biasanya yang duduk di kursi adalah ibunya. Anaknya duduk di pangkuannya.
            Suatu pagi, saya bertemu dengan seorang anak balita yang mau duduk sendiri di kursi. Ia bersikeras tidak mau dipangku oleh ibunya. Saya melihat raut wajah khawatir ibu itu. Anak yang selalu bergerak itu memang masih terlalu kecil untuk duduk sendiri.
            “Biar saya yang jaga,” kata ibu lansia yang duduk di sebelah anak itu.
            Ibu yang sudah tak lagi muda itu memang layak mendapatkan kursi prioritas. Rambutnya sudah memutih dan kulitnya keriput.
            “Anggap kaya cucu sendiri,” katanya lagi sambil memegangi anak kecil yang tidak bisa diam itu.

            Kami semua yang ada di sekitar situ tersenyum lega  saat melihat anak itu tidak menolak untuk dipegang. Saya bersyukur karena bertemu orang-orang yang masih mau menolong sesama yang belum dikenalnya. {ST}

Kamis, 09 Januari 2020

Ciplukan di Halaman

            

            Saya terkejut saat menemukan pohon ciplukan atau ceplukan di halaman rumah. Yang lebih mengejutkan lagi, pohon ini sudah berbuah. Biasanya saya tidak pernah melewatkan pertumbuhan tanaman di halaman rumah kami yang tidak terlalu luas. Sepertinya saya meninggalkan rumah terlalu lama. Ya, saat itu saya baru saja kembali dari perjalanan 2 minggu.

            Ciplukan di halaman rumah ini tidak tahu siapa yang menanam. Menurut asisten rumah tangga kami, pohon itu tumbuh sendiri. Namun, saya tidak yakin. Kemudian saya teringat, beberapa waktu yang lalu saya pernah membeli buah ini di supermarket. Kemungkinan sayalah orang yang tanpa sengaja menanam buah itu di halaman. {ST}

Rabu, 08 Januari 2020

Boneka Flanel untuk Mendongeng


            Dalam sebuah pelatihan mendongeng yang saya ikuti, para peserta mendapat tugas untuk membuat boneka flanel. Sebagai peserta, saya juga harus mengerjakan tugas ini. Boneka flanel itu berbentuk boneka tangan yang dimainkan dengan tangan. Gunanya untuk alat bantu saat mendongeng.
            Pada kesempatan ini bahan boneka yang saya terima akan menjadi boneka flanel berbentuk bapak. Saya sempat mau tukar dengan bahan lain yang akan menjadi tokoh perempuan. Akan tetapi, akhirnya saya tetap memutuskan untuk membuat boneka ini.

            Sebagai boneka yang akan menjadi tokoh bapak, tidak terlalu banyak kreasi yang saya buat. Hanya ada tambahan ikat pinggang dan ornamen kecil di bagian dadanya.  {ST}

Selasa, 07 Januari 2020

Kalender 2020


            Urusan kalender baru tidak pernah menjadi perhatian saya di tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2020 ini perusahaan tempat saya bekerja tidak membuat kalender cetak. Biasanya, selalu ada kalender meja dan kalender untuk digantung di tembok. Selain jatah kantor, biasanya saya juga mendapatkan kalender gratis dari berbagai pihak.

            Teman-teman saya ada yang berinisiatif untuk mencetak kalender sendiri. Cetak di kertas putih 70 gram kemudian ditempelkan di kalender tahun sebelumnya. Perlu sedikit keterampilan untuk melakukannya. Saya sempat terpikir untuk ikut-ikutan. Namun, akhirnya saya memilih untuk membeli kalender yang dibuat oleh komunitas astronomi tempat saya bergabung. Kalender itu sekarang menghiasi pojokan meja saya di kantor. {ST} 

Senin, 06 Januari 2020

Pohon yang Banyak Kupu-Kupunya


            Saya beberapa kali melihat pohon yang banyak kupu-kupunya. Kupu-kupu yang lucu itu beterbangan di sekitar pohon. Sesekali ada juga yang hinggap di daun-daunnya. Pemandangan itu merupakan sesuatu yang menakjubkan. Saya kadang-kadang berhenti dulu untuk mengamati kupu-kupu itu.
            Kupu-kupu yang banyak sekali itu sepertinya sedang menemukan jodohnya. Tak lama kemudian, kupu-kupu betina akan bertelur. Setelah itu telur-telur itu akan menetas menjadi ulat. Ulat-ulat ini akan memakan dedaunan di pohon itu. Pohon-pohon yang pernah terlihat indah berhiaskan kupu-kupu itu akan menjadi bolong-bolong.

            Beberapa orang ada yang jijik melihat ulat. Saya, sih, tidak. Menurut saya ulat banyak yang lucu dan imut juga. Adanya ulat dan kupu-kupu adalah sesuatu yang wajar. Bagaikan adanya anak-anak dan orang dewasa dalam sebuah komunitas. Saya bahkan pernah memelihara ulat dengan harapan akan berubah menjadi kupu-kupu. Ulat peliharaan saya ini entah mengapa tidak pernah keluar dari kepompongnya. {ST}

Minggu, 05 Januari 2020

Bandara Tjilik Riwut yang Baru


            Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya memiliki gedung baru dengan fasilitas yang canggih. Gedung baru berbentuk kubah itu mulai digunakan sejak bulan April 2019. Saya baru mendapatkan kesempatan menggunakannya pada bulan Desember 2019.          
            Gedung ini didesain dengan konsep yang sama seperti gedung-gedung bandara yang belum lama ini dibangun di Indonesia. Gedung menggunakan plafon yang tinggi dan menggunakan penerangan sinar Matahari cukup banyak. Gedung tersebut juga memiliki beberapa area komersial. Ciri lainnya adalah memasukkan unsur budaya lokal.
            Saat mendarat di bandara ini, penumpang akan masuk melalui garbarata menuju terminal. Setelah itu penumpang akan disambut oleh alunan musik karungut khas Dayak Ngaju saat antre mengambil bagasi. Ini adalah sesuatu yang layak diapresiasi. Entah sampai kapan akan ada penyambutan seperti ini.

            Saat itu saya mendarat di sore hari. Saya menyempatkan diri untuk memotret gedungnya yang berbentuk kubah itu. Sinar Matahari senja hari dan awan yang semarak membuat gedungnya terlihat keren. {ST}

Sabtu, 04 Januari 2020

Baju Khusus Anjing


            Banyak orang yang memelihara anjing menganggap anjingnya seperti anak sendiri. Anjing-anjing kesayangan ini bahkan ada yang dipakaikan baju. Saya kalau memiliki anjing mungkin juga akan melakukan hal yang sama.
            Saat catatan ini saya buat, saya tidak memiliki anjing. Saya hanya mengamati perkembangan anjing-anjing di lingkungan sekitar dan juga dari media sosial. Salah satu yang sering saya pantau adalah anjing-anjing yang memakai baju itu. Melihat hal-hal seperti ini cukup menghibur saya.

            Saya sering membayangkan betapa rajinnya sang pemilik anjing tersebut menjahitkan baju khusus anjing. Ternyata baju-baju khusus anjing ini ada yang menjual, lo. Saya langsung tertarik saat menemukan baju anjing ini di rak toko yang saya kunjungi. Saat itu baju khusus anjing ini sedang diskon 50%. Entah karena memang sedang promosi atau karena tidak terlalu laku terjual. {ST}

Jumat, 03 Januari 2020

Tugu Jeruk di Kebon Jeruk


            Saya sering sekali ke daerah Kebon Jeruk di Jakarta. Kantor media anak tempat saya berkarya berada di tempat ini. Seperti tempat-tempat lain yang berawal dengan kata “kebon” di Jakarta ini, di Kebon Jeruk ini juga tidak ada jeruknya. Seperti orang-orang lainnya, saya juga terlalu peduli tentang hal ini.

            Belum lama ini saya melihat tugu yang dibuat tak jauh dari kantor saya. Tugu ini berbentuk jeruk yang ditumpuk-tumpuk. Sepertinya tugu itu sebagai penanda daerah dan juga identitas daerah tersebut. Sebagai pembanding, tugu berbentuk manggis juga ada di daerah Kemanggisan yang letaknya tak jauh dari tempat itu. {ST}

Kamis, 02 Januari 2020

Banjir di Jakarta dan Sekitarnya di Awal Tahun 2020


            Akhir tahun 2019 di Jakarta diwarnai dengan hujan lebat. Kabarnya hujan terjadi dari tanggal 31 Desember 2019 sampai 1 Januari 2020. Saya tidak langsung menyaksikannya karena sedang berada di Palangkaraya. Hujan lebat selama berjam-jam itu rupanya mengakibatkan banyak genangan di beberapa wilayah di Jakarta.
            Lebih parahnya lagi, banjir kali ini disertai pula dengan pemadaman listrik. Pemadaman listrik tentunya karena lebih mengutamakan keamanan warga. Akan tetapi keputusan itu juga merugikan banyak orang dan usaha yang sangat tergantung apda listrik.
            Bandara juga terkena dampaknya. Bandara Halim Perdanakusuma konon kabarnya juga tergenang. Akibatnya semua penerbangan dialihkan ke Bandara Soekarno Hatta. Bnadara yang sudah padat karena menampung perjalanan liburan itu makin bertambah padat. Saya yang mendarat di bandara Soekarno Hatta pada tanggal 1 Januari malam hari turut merasakan dampaknya.

            Tanpa bermaksud mendiskreditkan pejabat yang sekarang berwenang, banjir kali ini sepertinya disambut dengan ketidaksiapan. Ada banyak saluran air yang tersumbat, waduk yang dangkal, dan juga pompa yang tidak berfungsi. Warga yang terkena dampaknya. Tempat yang biasanya tidak terkena banjir kali ini banjirnya parah. Semoga kejadian seperti ini tidak pulih lagi. {ST}

Rabu, 01 Januari 2020

Tahun Baru 2020 di Palangkaraya


            Pergantian tahun 2019 ke tahun 2020 saya lewati di Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah. Saya dan keluarga melewatkannya di rumah keluarga kami yang berada di tengah kota itu.
            Dalam rangka pergantian tahun itu, ada panggung yang didirikan khusus di bundaran besar. Untuk mendukung acara ini, banyak ruas jalan yang aksesnya ditutup. Kendaraan bermotor tidak boleh lewat. Orang-orang hanya boleh melaluinya dengan berjalan kaki. Bundaran ini letaknya tak jauh dari rumah kami. Akibatnya, akses jalan di sekitar rumah kami banyak yang ditutup.
            Saya sebenarnya tidak terlalu antusias dengan perayaan tahun baru kali ini. Apalagi saat itu kondisi badan saya sedang kurang fit. Rasanya kepingin tidur saja. Namun, tidak demikian dengan beberapa keluarga saya. Menjelang tengah malam, beberapa orang sepupu datang ke rumah kami dengan membawa makanan dan minuman. Lebih hebohnya lagi, ada yang membawa sound system untuk karaoke segala.

            Daripada tersiksa dengan keramaian, saya memilih menikmati keramaian itu. Saya ikut bernyanyi gembira bersama dengan saudara-sadara saya. Entah berapa gelas kopi yang saya minum malam itu. Saya juga ikut keluar rumah dan bersorak gembira saat kembang api menghiasi langit malam. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini