Ana

Sabtu, 30 November 2019

Anak Kecil yang Menyeberang di Bawah Jembatan Penyeberangan Orang




            Saya terkejut saat melihat seorang anak kecil berseragam putih merah menyeberang jalan besar. Anak itu berdampingan dengan orang dewasa yang terlihat membimbingnya. Terlihat sekilas wajah anak itu ketakutan saat kendaraan melaju kencang. Saya dapat melihat wajahnya karena saat itu saya berada di halte Transjakarta yang berada di tengah jalan.
            Ada beberapa hal yang menarik perhatian saya. Pertama karena sosok anak itu. Anak kecil selalu menarik perhatian saya. Kedua karena lokasinya. Anak dan orang dewasa yang mendampinginya itu menyeberang tepat di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO).
            Saya tidak tahu apa alasan kedua orang itu untuk menyeberangi jalan di badan jalan, bukannya melalui JPO. Kalau dilihat sekilas, tidak ada alasan sama sekali untuk tidak memilih JPO. Selain malas naik tentunya.
            Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Anak yang berhasil selamat sampai ke seberang itu tentunya tidak lagi takut menyeberang. Sikap permisif orang  dewaa yang menyertainya justru membuat keberaniannya bertambah. Dapat dimaklumi apabila suatu saat kelak anak itu juga akan menyeberang jalan di bawah JPO. {ST}

Senin, 04 November 2019

Pahlawan Nasional Indonesia yang Banyak Sekali


            Setiap tahun, Pemerintah RI selalu menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada beberapa orang. Beberapa tahun belakangan ini jumlahnya selalu lebih dari satu. Tahun 2019 ini, ada 6 orang pahlawan nasional yang ditambahkan pada daftar nama pahlawan yang sudah banyak itu.
            Mendapatkan gelar sebagai pahlawan, apalagi pahlawan nasional, adalah suatu kebanggaan bagi orang-orang yang mengenal sang pahlawan. Keluarga tentunya akan sangat bangga apabila ada keluarganya yang jasanya diakui secara nasional. Akan tetapi, apakah semua dari pahlawan itu dapat menginspirasi rakyat Indonesia?
            Saya bersyukur dapat mengenal secara pribadi seorang pahlawan nasional. Kami sempat bertemu beberapa waktu walaupun berbeda generasi. Cerita tentang pahlawan dalam keluarga kami ini juga terdokumentasi dengan baik, baik oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang lain. Kalaupun saya tidak mengenalnya dengan baik, saya dapat mengenalnya lewat cerita dan juga bahan bacaan yang banyak.
            Adanya seorang pahlawan nasional di dalam keluarga membuat saya lebih peduli pada pahlawan lainnya. Saya sering menulis artikel tentang pahlawan-pahlawan Indonesia. Saya berharap perjuangan dan pengorbanan mereka tetap selalu diingat dan menjadi inspirasi bagi bangsa ini.

            Namun, tidak semua orang seperti saya. Banyak sekali orang yang tidak terlalu peduli lagi pada para pahlawan. Namanya saja tidak tahu, apalagi jasanya. Kalau soal tidak hafal nama, sih, bisa dimaklumi, ya… Saya yang mengaku cukup memberi perhatian pada urusan pahlawan saja masih banyak yang tidak tahu. Kebanyakan orang paling ingat nama-nama pahlawan yang namanya diabadikan menjadi nama jalan dan bandara. {ST}

Jumat, 01 November 2019

Sedih Melihat Unggas Hidup yang Dijual


            Saya jarang sekali membeli bahan makanan dari unggas yang belum dimasak. Biasanya saya lebih memilih makanan yang sudah dimasak. Kalaupun membeli yang belum dimasak, biasanya yang sudah disembelih dan dibersihkan. Setiba di rumah, urusan masak-memasak saya serahkan kepada asisten rumah tangga.
            Saya tahu di beberapa pasar ada yang menjual unggas hidup. Unggas-unggas tersebut, biasanya ayam dan bebek, baru disembelih saat ada yang membelinya. Bahan makanan tersebut dijamin masih segar saat pembeli menerimanya.
            Saat ini, saat catatan ini saya tulis, saya lagi suka membuat cerita tentang hewan alias fabel. Dalam cerita fabel, hewan-hewan itu memiliki karakter seperti manusia atau dikenal dengan personifikasi. Saat melihat hewan-hewan, saya sering membayangkan karakternya. Demikian pula yang saya alami saat melihat unggas-unggas di pasar.
            Saya agak sedih saat melihat unggas yang dikurung dalam kandang sempit. Kandang sempit itu dipenuhi oleh beberapa unggas sampai bergerak pun susah. Ada pula ayam yang diikat kakinya dan sepertinya sudah pasrah pada nasibnya. Saya benar-benar sedih saat melihat ada ayam yang disembelih. Saya masih mendengar suaranya yang menghilang walaupun sudah memalingkan muka.

            Anak-anak unggas yang dijual juga membuat saya sedih. Biasanya anak-anak unggas yang masih kecil ini diletakkan di dalam kotak beramai-ramai. Mereka hidup berdesak-desakan. Kelegaan hanya mereka rasakan sebentar saat mau dipindahkan. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini