Ana

Rabu, 02 Oktober 2019

Hubungan Film “Itu” dan Fiksi




            Pada masa kecil saya dulu, ada film yang selalu ditayangkan pada tanggal 30 September malam hari. Film berjudul G30S/PKI itu mengisahkan tentang pemberontakan PKI dan pembunuhan para jenderal. Para jenderal yang gugur dalam peristiwa itu kemudian dikenal sebagai pahlawan revolusi.
            Saya masih ingat, dulu pernah mendapat tugas sekolah untuk menonton film ini. Beberapa teman saya cukup menikmati tugas ini. Namun, tidak demikian dengan saya. Saya tidak suka film yang berisi adegan kekejaman ini. Filmnya suram dan membuat sedih. Tidak ada rasa kebangsaan dan kebanggaan yang saya rasakan. Karena itulah, dengan menggunakan imajinasi, saya menuliskan cerita yang lain.
            Saya mengarang kalau di tempat para jenderal disiksa itu ada seorang anak baik yang sebenarnya ingin menolong. Anak itu tidak bisa berbuat apa-apa karena masih kecil. Sepertinya mengarang cerita saat menonton film G30S itu menjadi cikal-bakal saya suka mengarang dengan tokoh anak-anak. Itulah yang menjadi hubungan film penuh kekejaman itu dengan dunia fiksi.
            Setelah reformasi pada tahun 1998, film ini tidak lagi ditayangkan karena dianggap tidak relevan dan beberapa adegannya dianggap rekaan. Banyak pula adegan kekerasan yang sebenarnya tidak layak ditonton oleh anak-anak. Saya turut mendukung keputusan ini. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini