Ana

Kamis, 14 Maret 2019

Niat Baik Tidak Selalu Disambut Baik




            Ada yang mengatakan di dunia ini masih banyak orang baik. Kalau diamat-amati sebenarnya benar juga, kok. Ada banyak orang yang mau membantu sesamanya, terutama yang memiliki keterkaitan dengannya. Sebut saja misalnya kesamaan daerah asal, kepercayaan, dan juga pengalaman hidup. Ada juga yang membantu sesamanya karena rasa syukur mendapatkan lebih dari yang diberi bantuan. Pokoknya ada banyak orang yang memiliki niat baik dan ingin melaksanakan niat baik tersebut.
            Saya cukup bersyukur bertemu dengan banyak orang baik dalam hidup saya. Orang-orang ini ada saat saya perlukan. Mereka memberikan pertolongan saat saya membutuhkannya. Dalam kepercayaan yang saya anut, orang-orang tersebut memang ditempatkan di tempat yang tepat untuk menolong di saat yang tepat.
            Saya pernah membayangkan dunia tentunya akan menjadi lebih baik apabila semua orang saling tolong-menolong. Ternyata tidak begitu juga kenyataannya. Ada banyak niat baik yang tidak disambut baik. Biasanya ini terjadi karena salah paham dan juga prasangka.
            Misalnya saja orang yang lebih tua atau senior, ingin membantu juniornya. Nah, ini belum tentu disambut baik karena dianggap ikut campur. Si junior mengganggap dirinya memiliki kompetensi, sementara yang senior memiliki pengalaman. Senior yang ikut-ikut campur pada urusan junior juga dianggap sebagai ketidakpercayaan.
            Niat baik yang tidak disambut baik juga terjadi pada orang yang merasa mampu melakukan sesuatu tanpa harus dibantu. Nah, ini juga sering mengakibatkan konflik. Saya cukup sering mendapat konflik seperti ini. Entah saya sebagai orang yang bernita membantu atau yang dianggap perlu dibantu. Saat-saat seperti ini menjadi saat-saat yang kikuk.
            Niat baik yang sering disalahpahami karena prasangka biasanya yang dilakukan oleh sekelompok agama tertentu. Aksi kebaikan berbasis agama sering dicurigai sebagai upaya penyebaran agama tertentu. Padahal belum tentu demikian, lo. Kebanyakan ajaran agama mengajarkan umatnya untuk saling memberi, tidak hanya kepada sesama pemeluk agama.
            Memiliki niat baik saja tidak cukup. Niat baik itu perlu dikomunikasikan dengan baik. Yang paling penting tentu saja dilakukan. Pada akhirnya, niat baik seharusnya menghasilkan sesuatu yang baik juga. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini