Ana

Rabu, 26 Desember 2018

Digital Detox Tanpa Sengaja


            Pada pertengahan bulan Desember 2018, telepon genggam saya rusak total. Telepon itu tidak bisa dinyalakan lagi walaupun sebentar. Saya tidak sempat memindahkan beberapa data yang berada dalam telepon genggam itu.
            Pada saat telepon itu rusak, saya tidak langsung menggantinya. Selain karena perhitungan biaya, saya juga masih mengharapkan telepon itu akan kembali berfungsi. Kenyataannya, telepon say aitu tidak pernah pulih. Akibatnya, selama beberapa hari saya tidak menggunakan hp sama sekali.
            Tidak menggunakan hp berarti saya tidak dapat mengakses fitur-fitur yang ada di dalamnya. Saya tidak dapat ditelepon dan menelepon. Saya juga tidak terhubung dengan media sosial. Tidak memantau berita dan tidak tahu apa yang sedang ramai dibicarakan orang.
            Selama beberapa hari pertama, saya merasakan kegelisahan. Sepertinya saya sudah cukup tergantung pada hp. Alat ini memang saya gunakan sejak bangun tidur. Alarm untuk bangun tidur ada di situ. Catatan juga ada di situ. Saya sering mengetik ide saya di hp untuk kemudian dikembangkan kemudian. Kalau soal terhubung dengan orang, sepertinya tidak terlalu membuat saya gelisah. Paling-paling yang saya pikirkan bagaimana menghubungi keluarga dan rekan kerja.
            Dengan adanya masalah hp ini membuat saya menjalani digital detox tanpa sengaja. Ternyata lumayan menyegarkan juga, lo. Digital detox ini masih berlanjut saat saya memiliki hp baru. Hp baru saya itu memang bisa digunakan, tetapi nomor telepon yang biasa saya gunakan malah tidak dapat digunakan. Sampai catatan ini saya buat, nomor telepon yang saya gunakan itu masih belum berfungsi.
            Dari beberapa artikel yang saya baca, sesekali melakukan digital detox itu baik bagi kesehatan jiwa kita. Saya sebetulnya agak jengkel pada saat hp saya rusak dan nomor teleponnya tidak berfungsi. Namun, akhirnya saya juga bisa bersyukur karena sekalian digital detox tanpa sengaja. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini