Ana

Jumat, 19 Januari 2018

Nomor Antrean 000




            Sudah lama saya menjadi anggota Perpustakaan Nasional RI. Sebagai seorang yang suka membaca, menjadi anggota perpustakaan adalah kewajiban. Beberapa tahun yang lalu, saya secara rutin mengunjungi perpustakaan besar yang terletak di Jalan Salemba, Jakarta.
            Setelah bertahun-tahun dan banyaknya kesibukan, saya tidak lagi sering berkunjung ke Perpustakaan Nasional. Sampai akhirnya saya mendapatkan tugas untuk menghadiri sebuah acara yang bertempat di Perpustakaan Nasional di Jalan Merdeka Selatan.
            Saya datang sebelum cara dimulai. Sambil menunggu, saya berjalan-jalan dan mengamati gedung perpustakaan yang belum lama diresmikan itu. Saya melihat ada 1 lantai khusus untuk pelayanan keanggotaan. Saya mengecek kartu anggota saya dan memasukkan nomor anggota. Ternyata saya masih terdaftar. Hanya saja, kartu yang ada di dompet saya itu sudah tidak berlaku lagi.
            Saya pun berniat memperbarui kartu anggota saya. Saya memasukkan nomor anggota untuk mendapatkan nomor antrean di loket pelayanan. Angka yang ditunjukkan oleh nomor yang keluar itu adalah 000. Angka yang aneh. Apalagi  antrean sebelumnya menunjukkan angka 182.
            Saya pun bertanya pada petugas di tempat itu. Petugas yang masih muda itu mengamati kertas kecil yang saya tunjukkan. Ia kemudian memanggil rekannya yang lebih senior. Kedua orang itu sama-sama bingung melihat 3 buah nomor yang berjejeran seperti 3 butir telur itu.
            “Coba ambil nomornya di komputer yang ujung sana,” saran bapak yang lebih senior.
            “Baiklah,” ucap saya sambil menuju komputer paling ujung.
            Di komputer itu, saya kembali memasukkan nomor anggota saya. Keluarlah nomor antrean. Kali ini sepertinya nomor antreannya normal, ada 3 angka yang diawali oleh angka 1.
            Penantian saya tidak lama. Hanya duduk beberapa saat nomor antrean saya sudah dipanggil. Setelah itu proses untuk memperpanjang keanggotaan itu segera dilakukan. Kartu baru saya langsung tercetak. Fotonya masih menggunakan foto yang lama. Foto saya bertahun-tahun yang lalu. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini