Ana

Jumat, 01 September 2017

Salah Naik Pesawat




            Saya sempat menunggu cukup lama pada saat penerbangan terakhir saya. Penantian itu saya lewatkan dengan membaca buku. Saya baru sadar penantian itu memakan waktu lama saat anak kecil yang duduk tak jauh dari saya mendadak rewel. Anak itu sudah ingin sekali terbang, namun pesawat yang lami tumpangi itu tak kunjung bergerak. Saat melihat jam tangan, barulah terlihat kalau saya sudah duduk di tempat yang sama selama lebih dari 20 menit.

            “Pesawatnya mogok, ya?” tanya anak itu.

            Saya tersenyum mendengar pertanyaan polosnya. Pertanyaan itu dijawab dengan gumaman tak jelas dari ibunya. Gumaman itu kemudian mengundang banyak pertanyaan lagi, yang dijawab dengan lebih tidak jelas.

            Tak jauh dari situ ada penumpang yang berebutan tempat duduk. Perdebatan itu dilerai oleh awak pesawat dengan meminta mereka menunjukkan boarding pass. Perdebatan itu masih berlanjut karena ternyata nomor kursi yang tercantum di boarding pass itu sama. Setelah diteliti, salah seorangnya salah naik pesawat.

            Perhatian saya kemudian beralih pada petugas yang menghitung jumlah penumpang menggunakan counter. Perasaan saya, kejadian itu sudah pernah, deh. Saya juga melihat ada petugas yang menghitung penumpang tak lama setelah saya membuka buku saya yang belum berkonsentrasi membaca.

            Tak lama kemudian terdengar pengumuman tentang nomor pesawat dan peringatan utnuk mengecek nomor pesawat beserta tujuannya supaya tidak salah naik pesawat. Saya menduga penerbangan itu tertunda karena ada beberapa penumpang yang salah naik pesawat. Hal itu wajar saja karena ada beberapa pesawat dengan tujuan sama yang diparkir di apron saat itu. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini