Ana

Rabu, 19 April 2017

Kembali ke Rumah Singgah YKAKI




            Saya mendapat tugas untuk survey tempat ke rumah singgah YKAKI. Rencananya, saya dan teman-teman kantor akan mengadakan syukuran di tempat itu. Saya menyanggupinya karena tempat itu tidak jauh dari rumah saya. Selain itu, saya juga sudah pernah ke sana sebelumnya.





            Kunjungan itu saya lakukan pagi hari sebelum ke kantor. Pada saat itu, pegawai yang bekerja di bagian administrasi belum datang. Sambil menunggu, saya berbincang dengan penghuni rumah singgah itu. Beberapa orang tua sedang menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya.

            Akhirnya saya menunggu di sofa ruang tengah karena tidak mau mengganggu kegiatan rutin mereka. Menyiapkan makanan untuk orang yang terkena kanker perlu penanganan khusus karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya harus bebas MSG, tidak mengandung garam, dll.

            Pada saat menunggu itu, saya melihat seorang anak yang sedang bermain telepon genggam. Anak itu kehilangan seluruh rambutnya. Ia duduk di dekat “pohon harapan”. Tiba-tiba saya merasa tersentuh bahkan menjadi sedih.

Pemandangan itu sebenarnya pemandangan yang biasa saja di rumah singgah itu. Hampir semua anak akan mengalami periode kerontokan rambut seperti anak itu. Entah mengapa saya sedih sekali melihat anak itu, apalagi saat tahu anak itu adalah pembaca majalah di mana saya turut berkarya di dalamnya. Semoga anak itu selalu memiliki harapan dalam kehidupannya. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini