Ana

Senin, 19 Desember 2016

Pekerjaan Sambilan Menjual Majalah




Suatu hari saya pernah melakukan wawancara untuk sebuah artikel yang sedang saya susun.  Saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai direktur sebuah lembaga tinggi. Untuk menemuinya, saya harus menunggu beberapa jenak dan “diinterogasi”. Tas yang saya bawa pun harus dicek. Setelah itu saya diantarkan oleh seorang pria berpakaian rapi ke tempat sang direktur berkantor.
Dalam perjalanan ke ruangan kantor direktur itu, saya melihat ada lapak kecil yang menjual koran dan majalah. Saya senang sekaligus heran. Senang karena saya melihat tempat saya berkarya dipajang di lapak itu. Heran karena di dalam kompleks kantor ini, kok, bisa ada lapak majalah yang bentuknya seperti di pinggir-pinggir jalan.
Setelah urusan dengan ibu direktur selesai, saya menghampiri lapak penjual majalah itu. Tidak terlihat ada orang yang menjaganya. Saya sempat berpikir apakah ini semacam lapak kejujuran seperti yang ada di lobi kantor saya.
“Ada yang bisa dibantu? Mau cari majalah apa?” tanya seorang penjaga kemananan. Penjaga keamanan itu dari tadi memang ada di sekitar tempat itu.
“Lihat-lihat saja,” kata saya sambil memegang majalah anak bergambar kelinci biru.
“Silakan, majalah anaknya. Terbit mingguan,” kata bapak itu menawarkan.
Saya heran, kok, sepertinya bapak inilah yang menjual majalah-majalah itu. Bukannya dia petugas keamanan, ya?
“Saya, sih, kalau yang ini sudah punya, Pak. Dapat gratisan pula,” kata saya sambil menunjukkan kartu pers. Majalah yang saya pegang itu adalah majalah yang rutin memuat karya saya.
Bapak itu tertawa senang mendengar apa yang saya katakan. Wajah gembiranya seperti orang yang bertemu idolanya. Dia pernah membaca karya saya, cerita bergambar dengan tokoh gajah kecil. Dia juga bercerita, menjual majalah adalah usaha sampingannya. Dia juga suka membacanya di waktu senggangnya. Saya pun senang mendengar ceritanya. Saat berpisah, saya mendoakan semoga dagangannya laris.
Dalam perjalanan pulang, ada yang mengganggu pikiran saya. Di sisi lain, menurut saya petugas keamanan tidak seharusnya nyambi jualan. Apalagi kalau dialah orang yang melakukan aksi penjualannya. Namun, saya juga senang ada orang yang suka membaca dan menjual bahan bacaan. Saya rasa atasannya juga tahu tentang usaha sambilannya dan sepertinya tidak keberatan. Doa saya tetap sama untuknya, semoga dagangannya laris dan semakin banyak orang yang suka membaca di negeri ini. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini