Ana

Jumat, 11 November 2016

Afghan Girl yang Wajahnya Menginspirasi Dunia



Afghan girl / Steve McCurry


           
            Potret Afghan girl yang pernah menjadi sampul majalah National Geographic pada tahun 1985 sangat terkenal di dunia. Seorang anak perempuan Afghanistan yang berwajah kotor memandang tajam ke arah kamera. Matanya yang hiijau pucat menjadi perhatian tersendiri. Jepretan Steve McCurry ini bahkan masih beredar sampai saat ini, 30 tahun setelahnya.
            Bertahun-tahun yang lalu, saya juga pernah melihat foto itu saat saya masih kecil. Anak perempuan yang menjadi sampul majalah itu tentunya sedang mengalami perang di daerahnya. Dalam masa pertumbuhan saya, negeri yang bernama Afghanistan itu sangat jarang diberitakan dalam keadaan damai. Saat itu, saya melihat ketakutan sekaligus keberanian dalam tatapan mata tajamnya. Mengagumkan! O ya, saya juga sempat ingin punya mata seperti si Afghan girl. Tidak hanya warnanya yang hijau muda, tetapi juga ukurannya yang besar.
            Afghan girl tidak lagi menarik perhatian saya sampai akhir-akhir ini ada berita tentang perempuan itu, Sharbat Gula. Saat ini, Sharbat Gula sudah menjadi perempuan setengah baya yang menetap di Pakistan. Yang membuatnya menjadi berita karena ia ditangkap oleh pihak berwajib. Sebabnya karena diduga tinggal secara ilegal di negara tersebut karena menggunakan dokumen palsu.
            Saya terkejut dan sedih mendengarnya. Apabila tuduhan itu terbukti benar, maka Afghan girl akan mendapatkan hukuman penjara. Saya memang tidak pernah mengenal Afghan girl ini secara pribadi, namun saya tahu hidupnya tidak mudah. Tentunya perlu perjuangan yang panjang untuk tiba di Pakistan dengan selamat. Kabarnya, ada jutaan warga Afghanistan yang melarikan diri ke Pakistan.
Tentang dokumen ilegal, saya rasa itu bukan murni kesalahan dia. Mungkin dia tidak tahu apa yang legal atau ilegal, mungkin ia memang melakukan apa saja untuk bertahan hidup, termasuk memalsukan dokumen. Entahlah.
            Potret Afghan girl itu memang “berbicara” sangat kuat tentang perang dan pengungsi. Tanpa caption pun orang sudah dapat menangkap ceritanya. Foto yang beredar melintasi zaman itu telah menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia. Fotonya juga menjadi penggerak relawan dan donatur di seluruh dunia untuk membantu para pengungsi. Dia sudah berjasa bagi dunia walaupun dia sendiri tidak mengetahuinya.
            Setelah membaca berita itu, saya pun mencari berita tentang kehidupannya selama ini. Kehidupannya penuh perjuangan, kadang perjuangan antara hidup dan mati. Kehidupan yang tidak mudah untuk dijalani. Afghan girl tidak menerima imbalan apapun untuk wajahnya yang terkenal di sampul majalah berbingkai kuning itu. Ia dan keluarganya masih harus bekerja keras untuk bertahan hidup.
            Dari jauh, saya hanya bisa berharap dan berdoa, semoga saja Afghan girl bisa mendapatkan kehidupan yang layak. Semoga saja ia dapat tinggal dengan legal di planet ini. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini