Ana

Senin, 19 September 2016

Senin Ngantuk




            Hari Senin adalah hari pertama bekerja dalam setiap minggunya. Datangnya hari ini kebanyakan tidak disambut gembira oleh para pekerja, apalagi pekerja yang tidak suka dengan pekerjaannya. Memang cukup berat rasanya kalau harus bekerja setelah liburan. Apalagi ditambah dengan kemacetan di jalan menuju tempat kerja.
            Saya sebenarnya menyukai pekerjaan saya, namun tetap saja rasanya langkah agak berat. Itu karena mata yang berat. Ngantuk. Itu membuat semangat kerja tidak selalu muncul di pagi hari Senin.
            Sudah beberapa minggu ini saya terlambat bangun di hari Senin. Ada beberapa penyebabnya. Antara lain karena saya tidak bisa tidur di malam sebelumnya. Itu karena saya baru tertidur malam hari di malam-malam akhir pekan sebelumnya. Saya masih terjaga di Jumat malam dan Sabtu malam. Akibatnya, di Minggu malam pun saya kesulitan tidur.
            Sebab lainnya karena saya kebanyakan tidur siang di hari Minggu. Biasanya, di hari kerja, saya tidak pernah tidur siang, kecuali sedang sakit. Tidur siang akan membuat saya tetap segar sampai malam hari, bahkan dini hari. Tak jarang saya baru tertidur menjelang azan subuh. Apabila saya harus bangun di jam biasa untuk pergi bekerja, itu artinya jam tidur saya kurang.
            Hari ini saya juga terlambat bangun dan kurang tidur. Akibatnya saya mengantuk saat tiba di kantor. Ada saatnya saya sampai mengangguk-angguk terkantuk-kantuk. Akhirnya saya menyerahkan kewaspadaan saya pada kafein. Saya minum kopi.
            Secangkir kopi saja ternyata tidak cukup untuk membuat saya  waspada dan siaga. Mata rasanya masih mengantuk tetapi otaknya sudah berputar-putar. Ada banyak sekali ide di kepala saya yang mendesak untuk dikeluarkan. Semua ide itu berkelebat liar tidak beraturan. Sangat susah untuk berkonsentrasi. Akhirnya apa yang saya mulai hari ini tidak semuanya dapat saya selesaikan. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini