Ana

Senin, 26 September 2016

Rebutan Mencium Piala




            Serombongan anak-anak menyerbu sebuah piala berwarna keperakan. Mereka berebutan untuk menyentuhnya, kemudian menciumnya. Setelah semua anak mendapat bagian, beberapa anak berfoto dengan piala itu. Saya beberapa kali diminta untuk memotret anak-anak itu. Aksi mereka dihentikan oleh orang dewasa lainnnya yang menganggap mereka tidak sopan karena meminta saya untuk memotret.
            Saya sebenarnya tidak keberatan untuk memotret mereka bergantian. Namun, saat itu saya diam saja karena tidak ingin menjatuhkan wibawa orang dewasa lainnya. Saya mengambil sedikit jarak kemudian memotret anak-anak yang masih berkerumun di sekitar piala.
            Piala itu adalah piala yang akan mereka perebutkan dalam kompetisi sepak bola yang akan diadakan selama 3 hari ke depan. Tentunya semua anak ingin mendapatkan piala itu sebagai tanda kemenangan mereka. Mereka menyentuh dan menciumnya dengan harapan akan mengulanginya lagi pada saat kemenangan. Apabila tidak menang, yeah anggap saja sebagai pengalaman.
            Anak-anak itu sepertinya mencium piala karena mereka melihat para pesepak bola profesional melakukannya pada saat kemenangannya. Apabila mencium piala adalah tanda kemenangan, maka sebenarnya mereka belum berhak untuk melakukannya. Wong kompetisinya aja belum dimulai, kok. Tak heran kalau ada orang-orang dewasa lain yang “mengusir” mereka dari sekitar piala.
Setelah mereka digiring pergi, beberapa masih ada yang menoleh dengan pandangan penuh harap ke arah piala. Sepertinya mereka sangat merindukan untuk dapat memenangkan piala itu. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini