Ana

Jumat, 16 September 2016

Pengemudi Ojek yang Kecil




            Suatu hari, saya memesan ojek secara online. Pilihan ini saya ambil karena terburu waktu untuk tiba di sebuah tempat pertemuan. Saya menanti kedatangannya di depan kantor saya.
            Saat penanda di telepon genggam saya menandakan bahwa pengemudi itu sudah dekat, saya pun mencarinya dengan memerhatikan pelat nomor sepeda motornya. Saya segera mengalihkan pandangan ke pengemudi setelah menemulan nomor kendaraan yang sesuai. Alangkah kagetnya saya melihat pengemudi itu.
            Pengemudi kendaraan beroda dua itu adalah seorang lelaki bertubuh kecil. Entah dia memang seorang anak kecil, atau orang dewasa yang bertubuh kecil. Yang jelas badannya terlihat sangat kecil di atas seepda motor hitamnya. Saya masih bengong saat dia menyerahkan helm warna hijaunya.
            Tubuh kecilnya membuat saya, penumpangnya ini, terlihat besar sekali. Tepatnya saya merasa diri saya besar sekali. Saat duduk di belakangnya saya bisa melihat pemandangan di depan melalaui bagian atas helmnya. Perasaan besar itu makin terasa saat kendaraan sudah berjalan. Hembusan angin terasa sangat kencang karena orang yang di depan saya bertubuh kecil. Hampir tidak ada penghalang antara hembusan angin dan tubuh saya.
            Dalam perjalanan, saya bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di depan kemudi. Itu membuat saya cukup tegang. Badan saya berkali-kali berusaha mengerem karena jaraknya yang sudah dekat. Saya tahu sebenarnya jarak antar kendaraan itu cukup aman (atau biasa) bagi sepeda motor. Namun karena tidak terbiasa, saya merasa jarak itu terlalu dekat dan nyaris menabrak. Perjalanan itu terasa lebih menegangkan dibandingkan dengan biasanya. Rasanya seperti naik wahana permainan di Dunia Fantasi. Padahal sebenarnya biasa saja. Jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh, hanya sekitar 7 kilo meter. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini