Ana

Rabu, 07 September 2016

Check In Mandiri Kereta Api




            Salah satu inovasi terbaru PT KAI yang layak dikagumi adalah check in mandiri. Penumpang melakukan check in di mesin yang kemudian mengeluarkan boarding pass. Cara ini praktis dan mengurangi antrean. Jauh lebih efektif dan efisien.
            Layanan ini sebenarnya sudah cukup lama. Sudah banyak orang yang menggunakannya. Tinggal input kode booking, keluarlah sudah boarding pass-nya. Namun saya baru sekali menggunakannya dalam perjalanan dari Jogja ke Jakarta. Pengalaman pertama ini menurut saya agak lebay.
            Sehari sebelum keberangkatan, saya sudah berada di stasiun untuk mencetak boarding pass. Saat itu saya pikir boarding pass ini fungsinya sama seperti tiket. Makin lama waktu persiapannya makin baik karena saya menjadi lebih tenang. Pagi itu, saya ikut dengan beberapa teman yang akan akan berangkat. Setiba di stasiun, saya langsung menuju mesin cetak. Saya kemudian memasukkan nomor kode booking yang saya dapatkan dari pembelian online. Saya memasukkannya beberapa kali namun kertas yang dinantikan tak kunjung keluar dari mesin cetak itu. Saya pun akhirnya bertanya pada petugas.
            “Ooo, itu baru bisa dicetak 12 jam sebelumnya,” jawabnya.
            “Kalo dicetak sekarang aja gak bisa, ya?” tanya saya masih mencoba negosiasi.
            “Gak bisa. Sudah sistemnya seperti itu,” kata bapak itu dengan malas.
            “Emang ada aturannya, ya?” tanya saya lagi.
            Saat itu, saya tahu bahwa saya sedang menjadi customer yang nyebelin. Sudah dibilangin masih juga ngeyel. Namun, saat itu saya memang benar-benar ingin tahu, apakah bisa dicetak sebelumnya. Kalau pencetakan dilakukan secara manual, logikanya bisa, dong. Apalagi datanya sudah ada secara online.
            “Besok masih sempat, kok,” sahut petugas yang tadi saya tanya, “itu cuma sebentar,” sambungnya lagi.
            Bapak itu menyampaikannya ke saya sambil menunjuk ke orang lain yang sedang mencetak. Pencetakan itu memang sebentar. Dapat dikatakan sekejap saja. Dengan kecepatan seperti itu, pencetakan sudah pasti dapat dilakukan tak lama sebelum waktu keberangkatan. Yeah… Seperti saya katakan tadi, pengalaman pertama saya ini memang agak lebay. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini