Ana

Kamis, 11 Agustus 2016

Naga Hiasan Gong







            Dalam budaya Jawa, gong sering digunakan sebagai penanda. Pada beberapa acara, gong dibunyikan bila ada tamu kehormatan. Saat ini, gong juga digunakan di restoran maupun hotel untuk menyambut tamu. Semua tamu dianggap sebagai tamu kehormatan. Gong ini dibunyikan saat mereka datang.
            Gong yang dijadikan tanda penyambut tamu kehormatan itu kebanyakan digantungkan pada gantungan kayu. Gantungan kayu itu ada yang polos, ada juga yang dihiasi dengan ukiran. Ukirannya selalu berbentuk naga. Itu menjadi perhatian saya. Mengapa harus naga?
            Naga Jawa bentuknya selalu seperti ular, agak berbeda dengan naga-naga film barat yang bentuknya seperti dinosaurus. Bentuknya yang seperti ular membuat saya agak waspada. Entah mengapa saya selalu merasa tegang apabila ada ular. Demikian pula halnya ketika melihat naga-naga berukir di gantungan gong itu.
Baca juga:
            Bentuk naga di tanah Jawa ternyata mendapat pengaruh dari Tiongkok dan budaya Hindu-Buddha. Naga dianggap sebagai simbol penjaga. Biasanya ukiran naga ada di bagian pintu masuk candi-candi dan istana. Bentuk naga juga digunakan sebagai gantungan gong. Naga pada gantungan gong itu umumnya dibuat dari ukiran kayu. Kepala naga pada ukiran itu mulutnya terbuka dengan lidah terjulur keluar, seakan bersikap wasapada. Naga di gantungan gong ini tidak hanya 1. Selalu ada sepasang naga yang ekornya bertautan. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini