Ana

Kamis, 09 Juni 2016

Over Dosis Agama




            Dari linimasa seorang teman, ada yang menyebutkan kalau Indonesia, negara yang saya diami ini adalah negara yang over dosis agama. Itu karena segala hal hampir selalu dikaitkan dengan agama. Saya harus mengakui bahwa hal itu benar adanya.
            Isu agama adalah isu yang paling diperbincangkan, terutama di kalangan penggosip. Pasangan yang berbeda agama sudah pasti menjadi pergunjingan. Demikian pula halnya dengan agama yang dianut oleh para pemimpin bangsa.
            Saya yakin sekali semua agama yang ada di dunia ini memiliki tujuan dan cita-cita yang mulia. Dalam perkembangannya, banyak pemeluk agama yang saling bertentangan, bahkan berperang. Tindakan ini dianggap benar walaupun ajaran agamanya tidak demikian.
            Pertentangan itu pula yang hampir selalu mewarnai kehidupan bangsa Indonesia. Hampir segala hal dihubungkan dengan agama. Hasilnya? Belum tentu baik. Padahal untuk menilai baik atau tidaknya sesuatu itu dapat diukur dari hasilnya. Dari buahnya. Apabila hasilnya tidak baik apakah agamanya dapat dipersalahkan? Tidak juga. Dapat dikatakan orangnya yang berbuat ulah.
            Saya harus bersyukur karena lebih banyak bertemu dengan orang-orang yang memiliki toleransi tinggi. Orang-orang yang tidak terlalu memusingkan agama. Maksudnya tidak semerta-merta mengaitkan sesuatu dengan agama. Walaupun demikian, kami tetap menjalankan kewajiban dan ajaran kami masing-masing.
Bagi saya sendiri, agama adalah sesuatu yang pribadi. Itu adalah hubungan saya dengan Sang Pencipta. Kalau mau dihubungkan, agama memang sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Namun bukan berarti agama dijadikan sesuatu untuk menghakimi orang atau pihak lain.
Mengutip dari share teman saya di linamasanya, bangsa yang over dosis agama ini juga menjadi bangsa yang munafik. Kebanyakan kita terlihat taat menjalankan kegiatan agamanya. Orang yang sama juga yang melakukan kekejian bagi sesamanya manusia dan negara. Itu saja masih dalam keadaan terlihat dan terpantau oleh orang lain, apalagi saat tidak ada yang melihatnya. Yeah, kita bisa menilai sendiri integritas orang yang seperti ini.
Bagi beberapa kalangan, agama sudah kehilangan pamornya. Ada banyak orang yang tidak lagi benar-benar meyakini agamanya walaupun di kartu identitasnya masih tertulis beragama. Ada cukup banyak kenalan saya yang seperti ini. Ada pula yang merasa belum waktunya bertobat karena masih muda. Sehingga orang-orang yang memilih menjalankan ajaran agama seperti saya ini dianggap sebagai orang yang kuno. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini