Ana

Selasa, 17 Mei 2016

Zodiak di Majalah Guru TK




            Suatu hari, kantor redaksi kami didatangi anak-anak TK yang lucu-lucu. Mereka datang berkunjung untuk lebih mengenal majalah anak-anak tempat saya numpang berkarya. Semua kakak-kakak redaksi harus menyambut mereka. Saya pun turut menyambut gembira kedatangan mereka.
            Kegiatan berikutnya adalah membuat majalah sendiri. Majalah ini adalah miniatur dari majalah yang kami buat. Anak-anak itu bisa membuat rubrik apa saja yang mereka sukai. Kakak-kakak redaksi, termasuk saya, mengarahkan mereka untuk memilih apa yang mereka sukai.
            “Zodiak. Majalah itu, ya, zodiak,” kata seorang perempuan. Dari suaranya, saya tahu itu adalah seorang perempuan dewasa. Saya juga tahu itu bukan suara teman-teman saya.
            Itu adalah suara salah seorang guru TK itu. Saat itu saya hanya memandang Bu Guru yang berlompatan senang itu. Tanpa sadar akhirnya saya menggelengkan kepala. Saya tidak bermaksud menghakimi namun menurut saya sikapnya tidak tepat untuk seorang guru TK di depan anak-anak didiknya.
            Zodiak yang ada di majalah remaja atau wanita berasal dari astrologi. Astrologi bukanlah ilmu yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Beberapa bahkan dapat dikatakan rekaan penulisnya belaka. Kalau yang ini saya pernah mendapatkan pengakuan dari beberapa penulis yang memang mereka-reka untuk rubrik zodiak. Pada bertanya-tanya enggak, sih, kok rubrik zodiak bisa muncul setiap minggunya?
            Saya dapat memaklumi kalau Bu Guru yang masih muda itu penggemar zodiak. Rubrik tentang zodiak memang banyak penggemarnya. Kebanyakan cewek-cewek sepanjang masa memang terpengaruh zodiak. Saya juga pernah walaupun tidak terlalu percaya. Saya hanya suka kalau ramalannya baik hehehe…. Zodiak Leo biasanya selalu oke.
            Kalau menyarankan rubrik tentang zodiak kepada anak kecil yang masih sekolah TK, lain lagi halnya. Anak-anak itu belum tentu dapat membedakan yang benar dan yang salah. Anak-anak itu belum tentu tahu apa yang memang ilmu pengetahuan sungguhan ataupun hanya rekaan. Zodiak adalah sesuatu yang enggak jelas itu. Bu Guru yang menyebutnya berulang-ulang dengan bersemangat bisa jadi tanpa sadar menularkan pengetahuan tentang zodiak kepada anak-anak muridnya.
            Anak-anak sekecil itu, bila hubungannya tidak dekat dengan orang tuanya, akan mudah terpengaruh oleh gurunya. Terus terang saya sangat menyayangkan Bu Guru zodiak ini. Saat itu saya betul-betul berharap supaya dia diam saja daripada menyarankan anak-anak kecil itu untuk membuat rubrik zodiak.
            Saya harus bersyukur karena anak-anak kecil itu lebih suka menggambar dan mewarnai daripada menuruti apa kata gurunya. Anak-anak kecil memang seharusnya begitu, kan? {ST}

Popular Posts

Isi blog ini