Ana

Minggu, 15 Mei 2016

Pemadam Kebakaran Adalah Pahlawan




            Pemadam kebakaran adalah pahlawan bagi para korban kebakaran. Itu sudah pasti. Sosok damkar sebagai pahlawan itu makin terkenal dengan banyaknya film yang menceritakan kepahlawanan damkar. Bahkan ada film seri yang mengangkat kehidupan damkar di Amerika. Saya pernah beberapa kali melihatnya. Pemainnya ganteng-ganteng!
            Belum lama ini, saya mendapat tugas untuk menulis tentang pemadam kebakaran. Tulisan ini akan dimuat di majalah khusus anak-anak tempat saya numpang berkarya. Rencananya saya akan mengunjungi stasiun pemadam kebakaran di dekat rumah, dan juga yang ada di Jalan Matraman. Saya pernah melihat mobil-mobil damkar berukuran besar di situ. Namun karena keterbatasan waktu, saya tidak jadi melakukannya. Saya mencari bahan-bahan di perpustakaan dan menjelajah internet.
            Dari hasil pencarian di internet, saya menemukan banyak hal tentang damkar. Ada kisah sedih, ada yang lucu, banyak yang mengharukan. Kisah-kisah itu tidak semuanya bisa saya tulis di majalah. Selain karena keterbatasan tempat, juga karena tidak cocok untuk dimuat di media anak.
Kisah sedih tentang damkar justru datang dari negeri saya sendiri, Indonesia. Taraf hidup petugas damkar di Indonesia ternyata sangat buruk. Mereka dibayar murah. Gajinya tidak cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Tragisnya lagi, ada yang bayaran upahnya tertunggak selama berbulan-bulan. Tak heran kebanyakan dari mereka berbadan kurus kering.
Terus terang saya sedih membaca berita ini. Pekerjaan yang mereka lakukan cukup berat. Dengan semboyan “pantang pulang sebelum padam”, mereka harus mempertaruhkan nyawa untuk memadamkan api. Pekerjaan mereka bertambah berat karena peralatan yang mereka gunakan sering tidak memadai. Entah karena dianggap tidak terlalu penting atau karena korupsi, maka perlengkapan mereka yang sudah usang tidak diganti.
Kabar mengharukan dari damkar banyak sekali bertebaran. Salah satu yang paling saya ingat adalah damkar yang diundang ke wisuda seseorang yang dulu pernah ditolongnya. Anak itu masih bayi kecil saat dia ditolong oleh sang damkar. Kalau saja tidak ada yang membawanya keluar rumah, tentunya bayi kecil yang belum bisa berjalan itu akan terpanggang kemudian kehilangan nyawanya. Sebagai wujud terima kasih, dia mengundang damkar yang pernah menolongnya itu untuk menghadiri wisudanya karena wisuda itu tidak akan pernah terjadi apabila sang damkar tak menolongnya.
Salah satu berita yang cukup membuat saya senang adalah bangunan stasiun pemadam kebakaran. Ternyata ada beberapa yang bentuknya unik. Sebagai seorang penggemar seni bangunan, melihat bangunan lucu itu membuat saya terhibur. Tentu saja bangunan-bangunan itu tidak berada di Indonesia. Suatu saat nanti sepertinya saya harus mendatanginya dan memotretnya sendiri. O ya, saya juga menuliskan tentang ini di kidnesia.com, portal anak Indonesia.
Berita lain yang cukup menyenangkan tentang damkar adalah adanya kalender damkar. Kalender ini bergambar para damkar yang keren. Para lelaki ganteng bertubuh kekar itu dipotret dalam posisi heroik banget. Kabarnya, kalender ini dibuat untuk memanjakan mata para perempuan hehehe…. Nah, khusus tentang kalender ini, saya tidak menuliskannya di media anak, cukup di sini saja. Anak-anak kecil belum cukup umur untuk topik damkar keren berbadan kekar. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini