Ana

Kamis, 05 Mei 2016

Lepas Liar Satwa Sirkus





            Beberapa waktu yang lalu, saya membaca berita tentang lepas liar satwa yang selama ini dikaryakan untuk sirkus. Saya belum sempat membaca berita ini hingga tuntas, namun saya sudah menangkap inti beritanya. Intinya satwa liar itu sudah seharusnya tinggal di alam liar, habitat aslinya.
            Bila dibaca sekilas, ini adalah kabar baik. Hewan liar di satwa liar. Bukankah memang seharusnya seperti itu? Namun kalau dicermati, ini bukanlah kabar baik bagi hewan itu sendiri. Mungkin ini adalah kabar buruk yang akan membawa kematiannya.
            Satwa liar yang digunakan untuk atraksi sirkus biasanya sudah dipelihara sejak kecil. Sejak kecil pula mereka dilatih supaya dapat melakukan atraksi. Mereka pun mendapatkan makanan yang cukup serta tempat tinggal yang memadai. Mereka hanya terlihat liar, namun sebenarnya jinak, apalagi kalau sudah berada di tangan pawangnya.
            Satwa liar itu kemungkinan besar tidak memiliki keterampilan sedikit pun untuk mencari makanannya sendiri. Makanan satwa liar, terutama yang karnivora, tidak ditemukan secara bebas di alam. Makanan itu harus diburu. Mereka harus menjadi pemburu, bersaing dengan pemburu lainnya yang sudah lebih berpengalaman.
            Melepasliarkan satwa sirkus bukanlah hal yang mudah. Mereka harus dibekali dulu dengan keterampilan untuk mencari makan dan bertahan hidup. Keterampilan seperti itu tidak mudah untuk diajarkan, bahkan kepada manusia, makhluk yang berakal budi itu. Tahap ini disebut tahap rehabilitasi. Biasanya ada beberapa lembaga yang khusus mengurusi masalah yang seperti ini. Entahlah untuk para satwa liar yang pernah bekerja di sirkus itu. Semoga saja satwa pekerja sirkus itu dapat menemukan jalan hidupnya di alam bebas. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini