Ana

Senin, 11 April 2016

Saling Menjatuhkan di Pilgub Jakarta




            Pemilihan gubernur DKI Jakarta baru akan digelar 2017, tahun depan. Persiapannya sudah digelar mulai sekarang. Partai politik dan para bakal calon gubernur sudah bersiap-siap dengan rencana dan strateginya.
            Saat saya menulis catatan ini, sudah tampak orang-orang yang berniat untuk mencalonkan diri. Ada yang sekarang sudah menjabat sebagai gubernur, ada yang pengusaha, ada yang mantan menteri, ada juga yang pandai berdandan. Hampir semuanya memiliki pendukung, baik pendukung setia, maupun pendukung karena pamrih.
            Seperti biasanya kalau ada pemilihan, selalu ada kampanye. Kampanye ini (sebenarnya) adalah cara untuk memperkenalkan siapa calon tersebut, dan bagaimana visi misinya. Saat inilah mereka yang bertanding harus menunjukkan kemampuan terbaiknya. Namun kejadiannya tidak selalu demikian.
            Yang terjadi saat ini adalah saling menjatuhkan. Yang ditonjolkan adalah keburukan lawannya. Hampir semua ucapannya adalah tentang keburukan lawannya. Entah karena tidak diliput media atau memang tidak ada, saya tidak mendengar mereka memiliki visi dan rencana nyata bagi daerah yang akan dipimpinnya. Saya rasa hanya orang yang kurang dapat menggunakan otaknya saja yang memilih orang seperti ini.
            Kalau memang orang tersebut memiliki niat yang tulus, tentunya yang dipikirkan adalah kebaikan daerah yang dipimpinnya beserta dengan seluruh penghuninya. Saingannya itu juga termasuk penghuni. Kalau dia hanya sibuk memikirkan keburukan orang lain, yang artinya memerlukan waktu dan tenaga, kapan waktunya memikirkan sesuatu untuk kebaikan daerah yang dipimpinnya?
            Dalam pilkada sebelumnya, saya pernah dengan sengaja menjauhkan diri dari situs berita dan media sosial. Saya membukanya setiap beberapa hari saja. Itu pun hanya ebebrapa menit. Isinya hampir selalu ada pertentangan dan persaingan yang menurut saya kurang sehat. Ada banyak hal tidak baik yang tidak seharusnya mengisi pikiran saya. Saya tidak sudi mengisi pikiran saya dengan hal buruk seperti itu. Sepertinya hal itu akan saya lakukan lagi. Saya akan menjauh sejenak dari pemberitaan dan juga media sosial. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini