Ana

Minggu, 24 April 2016

Remaja Pemarkir Liar




            Sudah 2 hari ini saya mampir ke toko swalayan di pinggir jalan. Selain untuk membeli sesuatu, saya juga menanti terurainya kemacetan jalanan. Setelah membeli makanan dan minuman, saya duduk di depan toko sambil mengamati jalanan.
            Pada kedua tempat ini, ada 2 hal yang sama. Pertama, jalan di depannya dipadati kendaraan. Kedua, di tempat itu ada beberapa orang remaja yang bertugas sebagai juru parkir. Hmmm… Tepatnya juru parkir liar. Kehadiran mereka menarik perhatian saya.
            Juru parkir liar di kedua tempat itu tidak hanya 1 orang. Mereka berkelompok. Di tempat yang pertama kali saya datangi bahkan mencapai 6 orang. Sepertinya ada ketua gengnya. Ketua geng ini yang memberi perintah siapa yang akan membuka jalan dan memungut uang parkir.
            Kalau dilihat dari usianya, mereka sepertinya masih berusia belasan tahun. Usia yang seharusnya masih duduk di bangku sekolah. Saat itu masih pagi hari, mereka sudah menjadi juru parkir liar dan tidak ada tanda-tanda kalau mereka sekolah. Tidak perlu pengamatan lebih lama untuk menduga kalau mereka putus sekolah.
            Terus terang saya prihatin melihat mereka. Sambil duduk-duduk makan roti, saya memikirkan apa yang bisa membuat mereka lebih berguna. Dengan keadaan saya yang sekarang, saya memang nyaris tidak berbuat apa-apa. Keterbatasan saya juga membuat saya tidak bisa memikirkan solusi terbaik untuk mereka.
            Mereka memang mendapatkan penghasilan dengan menjadi juru parkir liar. Namun pendapatan itu tidak seberapa. Tidak cukup untuk hidup layak, apalagi di kota seperti Jakarta ini. Penghasilan itu pun tidak tetap, tergantung pada jumlah orang yang parkir dan berkenan memberikan uang kepada mereka. Kadang-kadang, ada juga orang yang tidak mau memberikan uang parkir. Saya juga pernah seperti itu karena memberikan uang parkir berarti mengakui profesi mereka sebagai juru parkir liar.
            Menurut saya, para remaja itu harus dibuat sibuk untuk menyalurkan energi mereka. Hampir semua remaja di segala abad dan tempat adalah pemberontak. Bila tidak diarahkan dengan baik, mereka akan menjadi perusak lingkungan, atau malah merusak dirinya sendiri.
Yeah… Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya memang belum punya solusi nyata untuk hal ini. Namun hal ini tetap menjadi pemikiran saya. Semoga saja di masa depan saya dapat memberdayakan anak-anak dan remaja negeri ini sehingga mereka tidak menyia-nyiakan hidup menjadi juru parkir liar yang ilegal. Mungkin saya tidak sendiri. Sepertinya memang tidak sanggup juga kalau sendiri. Saya harus bergabung dengan pihak-pihak lain yang peduli. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini