Ana

Sabtu, 23 April 2016

Pedagang Gerobak yang Ditertibkan




            Belum lama ini pedagang gerobakan di dekat kantor saya ditertibkan. Gerobak yang biasanya mereka gunakan untuk berdagang disita oleh satpol PP. Ada banyak pedagang yang terjaring sehingga mereka tidak bisa berjualan lagi.
            Dalam hal ini, saya memandang dari 2 sisi. Sisi pertama sebagai warga kota yang ingin kotanya tertib dan rapi. Tentunya pekerjaan satpol PP itu harus diapresiasi karena mereka menertibkan orang-orang yang menggunakan trotoar jalan dengan tidak semestinya.
            Di sisi lain, saya menyayangkan kejadian ini. Orang-orang yang mencari nafkah dengan berjualan itu kehilangan sumber pendapatannya. Menurut saya, berjualan adalah sesuatu yang halal. Sesuatu yang baik untuk mencari rezeki. Mengambil sumber nafkah orang-orang ini hanya menambah masalah baru, masalah sosial.
            Saya cukup sering jajan makanan gerobak. Ada beberapa jenis makanan yang rasanya lebih enak bila yang jual menggunakan gerobak. Rujak, somai, sate, bakso, dan  gado-gado contohnya. Beberapa makanan ini, ketika dijual di restoran rasanya malah kurang enak. Khusus gado-gado, kalau sudah masuk mal rasanya betul-betul tidak enak.
            Sebagai penikmat makanan jalanan, saya menyayangkan digusurnya para pedagang gerobak ini. Sebenarnya, kata ditertibkan itu tidak harus berarti dibersihkan dan disingkirkan. Ditertibkan bisa saja berarti memfasilitasi mereka untuk terus mencari nafkah. Direlokasi misalnya. Ditertibkan artinya menyamakan standard, baik dalam kebersihan maupun tata cara penyajiannya. Ditertibkan artinya mereka juga dibekali pengetahuan baru tentang gizi dan juga tentang pajak. Ditertibkan artinya mereka membayar pajak dan memiliki kontribusi untuk pembangunan daerah tempat mereka menjadi nafkah.
            Di beberapa tempat di dunia ini, makanan jalanan atau street food menjadi nilai tambah suatu daerah. Makanan jalanan menjadi daya tarik wisatawan. Bahkan ada acara khusus untuk makanan jalanan di TV. Saya pernah menonton beberapa acaranya. Thailand, India, Italia, dan Amerika adalah daerah-daerah yang pernah saya lihat liputan tentang makanan jalanannya. Kalau dilihat-lihat, Indonesia tidak kalah, kok, makanannya. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini