Ana

Jumat, 08 April 2016

Orang Eropa dan Anggrek




            Pada sebuah tembok di Griya Anggrek, Bogor, terpampang banyak foto orang. Mereka adalah orang-orang yang memiliki andil besar pada dunia anggrek, terutama di Indonesia. Setelah diamati, kebanyakan dari mereka adalah orang Eropa. Mereka juga menjadi kepala Kebun Raya Bogor.
            Saya cukup terkesan dengan kehadiran wajah mereka di tembok itu. Mereka tidak hanya hadir di tembok itu, lo. Mereka hadir di tempat asli tumbuhnya anggrek, di daerah tropis. Mereka juga hadir di Indonesia, negeri yang memiliki sangat banyak jenis anggrek ini.
            Anggrek adalah tumbuhan epifit yang banyak tumbuh di daerah tropis. Indonesia adalah negeri yang kaya akan anggrek. Bahkan jenis anggrek yang terbanyak ada di Indonesia. Bunga berkelopak 5 ini ukurannya bermacam-macam. Ada yang sekecil kelingking, ada pula yang sebesar telapak tangan.
            Bila dibandingkan dengan bunga lainnya, pertumbuhan anggrek dapat dikatakan sangat lamban. Perlu kesabaran untuk menanti mekarnya bunga anggrek ini. Para penggemar anggrek harus bersabar untuk melihat tanamannnya berbunga. Para peneliti anggrek pun harus demikian. Mereka bahkan harus lebuh bersabar lagi.
            Saya salut pada para peneliti anggrek dari Eropa. Mereka meninggalkan negeri tempat tinggalnya untuk meneliti anggrek ke Indonesia. Tempat tinggal yang baru ini sangat berbeda dengan daerah asal mereka. Selain cuaca yang panas dan lembab, mereka juga harus berurusan dengan budaya setempat yang belum tentu dapat menerima mereka dengan baik.
            Saat ini, sudah banyak peneliti anggrek dari Indonesia. Anggrek Indonesia makin terpelihara dan terjaga. Makin banyak pula anggrek hibrida yang menambah kaya koleksi anggrek negeri ini. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini