Ana

Senin, 04 April 2016

Kodok Rumah Kami




            Salah satu hal yang paling saya ingat dari rumah kami di Palangkaraya adalah kodoknya. Tepatnya bunyi kodoknya. Bunyi kodok ini turut mengiringi malam-malam pertumbuhan saya selama bertahun-tahun. Saat bunyi kodok terdengar, artinya saya sudah harus masuk ke rumah, tidak boleh lagi bermain di halaman. Bunyi kodok juga menjadi pengantar tidur. Mendengar bunyi kodok yang konsisten, membuat kantuk perlahan datang.
            Ketika pindah ke Jakarta, saya kehilangan bunyi kodok. Di tempat tinggal saya yang berada di tengah DKI Jakarta, sudah tidak ada kodok yang bunyinya meramaikan gelapnya malam. Saya akhirnya cukup terbiasa dengan malam tanpa bunyi kodok.
Saya tidak terlalu mengingat bunyi kodok ini sampai akhirnya saya mendengarnya kembali. Saya mendengarnya ketika pulang ke rumah orang tua saya di Palangkaraya. Saya tidak hanya bertemu dengan bunyi kodok, tetapi juga dengan kodoknya. Kodok rumah kami itu ada di teras depan rumah. Ini dia fotonya. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini