Ana

Minggu, 17 April 2016

Bila Terkena Narkoba




            Indonesia sedang dalam darurat narkoba. Narkoba telah menjerat banyak orang di negeri ini. Banyak orang menjadi kehilangan diri sendiri karena benda ini. Hidup mereka tak lagi produktif.
            Badan Narkotika Nasional melakukan banyak cara untuk memerangi narkoba. Itu bukanlah hal yang mudah. Mereka tidak akan berhasil tanpa bantuan semua pihak, terutama orang yang kecanduan narkoba.
            Efek narkoba dapat mengubah orang yang sebenarnya baik menjadi jahat. Mungkin saja ada yang sebenarnya ingin bertobat tetapi tidak mau mau ngapain. Kalau membuka diri sebagai orang yang kecanduan narkoba, itu sama saja membuka aib sendiri. Apalagi kalau orang itu memiliki status sosial yang tinggi di masyarakat.
            Beberapa pecandu yang saya kenal, dapat kembali pulih karena keterlibatan orang lain yang peduli padanya. Saya mengenal beberapa orang yang dengan sengaja melaporkan anggota keluarganya ke BNN supaya mendapatkan rehabilitasi. Ini adalah tindakan kasih yang keras. Tentunya bukanlah pengalaman yang menyenangkan melihat kenalan kita “ditangkap”.
            Orang-orang yang saya kenal itu umumnya merasa sedih namun mereka tetap harus melakukannya demi kebaikan. Penangkapan itu dapat dikatakan sebagai vaksinasi. Sakit di awal, namun akan memberi kesembuhan dan perlindungan belakangan. Mereka melakukannya karena umumnya para pengguna narkoba tidak memiliki tekad yang kuat untuk sembuh. Kalaupun bertekad, kemungkinan akan kembali lagi ketika sakaw.
            Saya jadi bertanya-tanya sendiri, apa jadinya orang-orang kecanduan narkoba yang ingin pulih namun tak punya kenalan yang peduli pada mereka? Pertanyaan itu dijawab oleh sebuah iklan yang saya lihat pada billboard di jalan. Billboard itu terpasang di jalur yang sering saya lewati ketika pulang kantor. Daerah itu memang terkenal sebagai daerah narkoba.
            “Anda pecandu narkotika? Laporkan diri Anda untuk dilakukan rehabilitasi. Tidak dituntut pidana. Badan Narkotika Nasional DKI Jakarta. (021) 52961891. Call center 106.”
            Itu adalah tulisan yang ada di iklan itu. Tulisan “tidak dituntut pidana” dicetak dengan warna merah yang lebih terlihat. Semoga saja banyak pecandu yang tergerak untuk merehabilitasi dirinya. Saya sengaja mencatat hal ini supaya dapat disebarkan kepada yang membutuhkan. Ya, informasi ini boleh disebarkan secara bebas. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini