Ana

Sabtu, 02 April 2016

AC Jadul Warna Coklat




            Saya ingat sekali AC pertama yang ada di rumah kami. Saat itu saya masih kecil, masih bersekolah di SD, menjelang SMP di Palangkaraya. Tidak semua keluarga memiliki AC di rumahnya. AC dianggap sebagai lambang kemewahan. Saya pun waktu itu merasa menjadi “orang kaya” karena punya AC di rumah.

            Ada 2 AC di rumah kami. Saya paling ingat yang berwarna coklat. Saya dapat mengingatnya dengan baik karena AC itu terpasang di kamar saya. Waktu seusia itu, saya sudah tidur di kamar saya sendiri. Saudara saya lainnya lebih suka tidur di kamar bersama. Ya, kami memiliki kamar bersama yang dilengkapi dengan 3 buah tempat tidur besar, 1 TV, 2 meja, dan 2 lemari. Nah, AC yang 1 lagi ada di kamar ini.

            Setamat SMP, saya pindah ke Jakarta. Saya tidak pernah memikirkan lagi AC coklat jadul itu. Saya baru mengingatnya kembali ketika bermalam di kamar kubus, salah satu kamar di rumah orang tua saya. Kamar berbentuk kubus ini dilengkapi dengan AC berwarna coklat. Ya benar, itu adalah AC jadul di kamar saya dulu itu.

            AC ini sampai sekarang masih dapat mengeluarkan hawa dingin. Kadang-kadang bahkan dapat dikatakan dingin sekali saat malam berhujan.  AC ini tidak memiliki pengatur suhu, jadi hanya ada 2 kondisi yaitu hidup dan mati. Kalau sedang menginap di kamar kubus, saya sering mematikannya ketika subuh menjelang. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini