Ana

Rabu, 23 Maret 2016

Taksi Biru yang Tak Selalu Santun




            Selama hidup di Jakarta, saya sudah sering mendengar orang yang merekomendasikan untuk naik taksi yang berwarna biru, dengan lambang burung biru. Taksi ini memiliki reputasi yang baik. Kabarnya semua supirnya baik. Sopan dan cara menyetirnya tidak ugal-ugalan.
            Saya yang jarang naik taksi memang tidak terlalu peduli dengan merk taksinya. Saya cukup sering naik taksi asal dapat. Beberapa pengalaman naik taksi ada juga yang saya tuliskan di sini, di blog ini. Hanya kadang-kadang saja saya sengaja naik taksi biru. Misalnya saat tengah malam atau menjelang pagi.
            Reputasi taksi berlambang burung biru ini menjadi rusak karena ulah beberapa orang oknum supirnya. Kekerasan dan tindakan anarkis yang mereka lakukan saat demonstrasi membuat respek orang menjadi berkurang.
            Hari Selasa, 22 Maret 2016, ribuan supir taksi kembali berdemonstrasi menuntut ditutupnya transportasi berbasis aplikasi online. Ini adalah demonstrasi yang kedua kalinya. Kali ini, mereka tidak hanya berpusat di 1 tempat, ada beberapa tempat yang akan digunakan untuk tempat demonstrasi.
            Informasi demonstrasi ini sudah beredar sejak beberapa hari sebelumnya. Informasi itu tidak hanya beredar di media sosial, di media massa yang resmi pun ada. Informasi itu juga disertai dengan peringatan untuk berhati-hati dan menghindar dari tempat-tempat tersebut. Saya juga ikut menghindar dari tempat-tempat itu.
            Dalam perjalanan ke kantor pagi itu, saya hampir tidak melihat taksi di jalanan. Hanya ada beberapa saja. Beberapa lainnya, memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Dugaan saya mungkin mereka bersiap menuju tempat demonstrasi.
            Siangnya, ada berita kalau demonstrasi ini menjadi anarkis. Saya jadi mencari tahu, apakah gerangan tindakan mereka sampai dapat dikatakan anarkis. Informasi ini datang sendiri tanpa saya harus mencari. Dari video yang saya terima di WA group, terlihat beberapa orang berbaju biru yang memaksa berhenti sebuah taksi biru. Mereka memaksa supir dan penumpangnya untuk turun. Benar-benar tidak santun. Ternyata taksi biru tidak selalu santun. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini