Ana

Selasa, 01 Maret 2016

Menjadi Buzzer




            Saya sering sekali ngetwit. Kebanyakan twit saya adalah tautan dari blog ini. Ada juga yang berisi tautan dari tulisan lain. Kebanyakan, sih, tulisan saya sendiri. Penulis agak narsis gitu, deh, ceritanya.
            Seorang teman saya pernah mengusulkan supaya saya jadi buzzer, ngetwit atas orderan dan dibayar. Tawaran ini cukup menggiurkan saya. Saya pun akhirnya mencoba mencari tahu tentang buzzer.
            Kebanyakan buzzer ternyata adalah orang terkenal atau yang sering dikatakan sebagai selebriti. Ada yang penyanyi, pemain sinetron, presenter, dll. Intinya selebriti dan memiliki banyak follower di Twitter. Sedangkan saya? Follower saya tidak banyak. Saya juga kadang-kadang enggan mempromosikan akun saya. Entah mengapa. Mungkin karena saya agak pemalu. Jumlah follower saya akhirnya tidak terlalu berkembang. Hanya sekitar 500-an sepanjang tahun lalu.
            Walaupun follower-nya belum banyak, saya tetap mencoba mendaftar menjadi buzzer. Saya senang sekali ketika ada tawaran iklan yang masuk. Ini adalah tawaran iklan pertama saya. Pendapatannya, sih, enggak seberapa. Senangnya itu, lo, yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. {ST}

Baca juga:

Popular Posts

Isi blog ini