Ana

Jumat, 18 Maret 2016

Anggota Dewan yang Sombong




            Adik saya bercerita tentang seorang anggota dewan yang sombong. Mungkin lebih tepatnya norak, ya. Dia bertemu dengan orang ini di ruang tunggu dokter. Saya saja, yang tidak melihatnya secara langsung, sampai tertawa geli dan menggeleng-gelengkan kepala mendengarnya.
            Pada hari itu, dokter yang ditunggu oleh sang anggota dewan itu tidak kunjung datang. Setelah dicari tahu, rupanya sang dokter sedang melakukan tindakan darurat di sebuah rumah sakit. Adik saya, yang juga kesal karena menunggu, akhirnya dapat memaklumi alasan itu.
            Berbeda halnya dengan si bapak anggota dewan. Dia sangat kesal dan menunjukkan kekesalannya dengan mengadu kemana-mana. Dikisahkan dia menelpon beberapa “orang penting” untuk mengadukan perbuatan sang dokter. Dia juga kelihatan sangat ingin menunjukkan kekuasaannya.
            Saya tak tahan untuk tertawa ketika mendengar dia menelpon seorang ketua komisi di DPR, memberitahukan bahwa dia akan mengirim surat tentang kelakuan sang dokter yang membuatnya kesal itu. Ada-ada aja. Itu, kan, masalah pribadi dia, yah. Ngapain juga bawa-bawa ketua komisinya. Hahahaha…..
            Saya membuat catatan ini karena saya sangat terkesan dengan kelakuan sang anggota dewan. Orang sombong dan arogan saya pikir hanya ada dalam cerita fiksi. Ternyata benar-benar ada di alam nyata. Karakternya yang menyebalkan malah memberikan inspirasi kepada saya. Sepertinya saya akan memunculkan karakter orang yang seperti ini dalam cerita yang akan saya buat. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini