Ana

Kamis, 28 Januari 2016

Mocil Terperosok




            Hari Sabtu, 23 Januari 2016 yang lalu, ada kabar duka yang menimpa Mocil. Mobil kecil kesayangan saya ini terperosok. Akibatnya, bagian bawahnya tersangkut dan kemungkinan rusak. Saaat kejadian itu saya sangat ketakutan sampai gemetar.
            Sabtu pagi itu, saya mendapat undangan acara di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan di Senayan. Saya yakin pernah melewati tempat itu ketika naik bus beberapa hari sebelumnya. Dengan yakin saya menuju tempat itu. Ternyata benar. Lokasinya memang di tempat yang sudah saya duga.
            Karena waktu kedatangan saya sudah sangat mendekati waktu acara, saya langsung berusaha mencari tempat parkir. Tempat parkir di bagian depan area gedung kebanyakan diberi palang. Saya dapat memaklumi kalau tempat parkir ini diperuntukkan untuk para pejabat dan orang-orang penting. Karena itu saya segera mengarahkan Mocil ke bagian belakang perkantoran itu.
            Saya melihat beberapa papan petunjuk yang memberi arah ke kegung parkir. Sepertinya gedung-gedung di tempat ini memang dilengkapi dengan tempat parkir. Tebakan saya itu karena gedung-gedung parkir itu ada yang namanya A, B, C, D, dst.
            Ketika melihat beberapa lantai parkir di bagian bawah sebuah gedung, saya langsung menuju ke tempat itu. Saya membelokkan Mocil ke sebuah jalan beraspal. Saya pikir itu adalah jalan masuknya. Saya baru sadar kalau itu hanyalah pelataran parkir. Saat itu, sudah sangat terlambat untuk berhenti. Mocil, walaupun berjalan sangat pelan, terjerumus ke dalam tempat parkir itu.
            Satpam yang melihat kejadian itu segera berteriak-teriak. Teriakannya mengundang banyak orang untuk datang. Tak lama kemudian, sudah banyak orang yang mengerumuni Mocil. Beberapa orang ada yang mencoba mendorong Mocil dari arah bawah. Ada juga yang mencoba membuka pintu di samping tempat duduk saya.
            Setelah pulih dari keterkejutan, saya membuka pintu. Tentu saja tujuannya saya ingin keluar. Niat itu tidak dapat dilaksanakan dengan mudah. Mocil yang labil bergoyang-goyang itu membuat saya urung melangkah keluar. Seorang lelaki, yang sepertinya pekerja bangunan, menyodorkan tangannya yang kasar kepada saya. Saya menyambutnya dengan sukacita. Tangan kasar itulah yang membantu saya keluar dari Mocil dengan selamat.
            Peristiwa tak terduga itu membuat saya gemetaran ketakutan. Seorang satpam memberikan saya sebotol air minum dalam kemasan. Saking gemetarnya, saya tidak berhasil membuka tutup botol plastik itu. Bapak itu yang kemudian membukakannya dan meminta saya duduk saja.
            Sementara itu, ada seorang lainnya yang datang membawa tali. Ada juga mobil besar berwarna hitam yang datang mendekat. Tali itu kemudian diikatkan ke mobil besar dan Mocil. Mocil kemudian ditarik dengan menggunakan tenaga dari mobil besar itu. Hanya dalam waktu sebentar, Mocil sudah berhasil dinaikkan ke pelataran.
            Orang-orang lainnya ada yang mengamati bagian bawah Mocil. Dari seorang mas yang telentang di bawah Mocil, terdengar suara yang mengabarkan kalau Mocil baik-baik saja. Tidak ada yang patah. Tangki bensinnya pun tidak bocor. Saya sedikit lega mendengarnya.
              “Nanti saya carikan parkirnya,” kata seorang lelaki kurus. Dia segera masuk ke dalam Mocil dan memindahkan Mocil ke tempat lain untuk parkir.
            Saat itu, saya berprasangka baik pada semua orang yang ada di situ. Saya tidak curiga pada orang yang membawa mobil saya itu. Saya malah menghampiri orang-orang lainnya untuk mengucapkan terima kasih. Ucapan terima kasih saya kali itu benar-benar tulus dan bukan basa-basi. Enggak kebayang bagaimana jadinya kalau mereka tidak menolong saya.
            Setelah orang-orang itu bubar. Saya segera menghampiri temapt Mocil parkir. Lelaki kurus yang tadi memindahkan Mocil masih ada di sekitar situ. Kali ini dia berada tak jauh dari mobil keren berwarna hitam. Sepertinya dia adalah orang yang bertanggung jawab menjadi supir mobil itu. Kali ini pun saya sangat berterima kasih.
            Saya tidak punya apa-apa untuk membalas kebaikan mereka. Saya hanya bisa berdoa semoga mereka juga mendapatkan kebaikan dan pertolongan yang saya rasakan. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini