Ana

Rabu, 20 Januari 2016

Mas Daun Bawang




            Hampir setiap pagi saya melewati jalan yang sama. Hampir setiap pagi pula saya melihat pemandangan yang relatif sama. Salah  satu pemandangan itu adalah mas-mas pegawai warung makan yang sedang menyiapkan makanan. Kami menjulukinya “Mas Daun Bawang”.
            Mas Daun Bawang mendapatkan nama julukannya itu dari daun bawang yang dipotongnya.  Ya, dia sering sekali tertangkap basah sedang memotong daun bawang. Kadang-kadang, dia juga memotong wortel, labu siam, dan timun. Namun tetap saja nama julukannya tidak berubah, Mas Daun Bawang.
            Mas Daun Bawang sepertinya sudah cukup terlatih memotong-motong bahan makanan, Itu terlihat dari cepatnya gerakan tangannya. Dia bisa memotong bahan-bahan makanan itu sambil mengobrol dengan rekan-rekannya sesama pekerja warung makan. Laju jarum jam kalah deh sama laju gerak potong Mas Daun Bawang.
            Hasil kerja Mas Daun Bawang mencerminkan waktu. Apabila dia sedang memotong daun bawang saat kami lewat, artinya kami tidak terlambat. Labu, wortel , dan kentang, artinya kami sedikit terlambat. Kalau dia sudah membersihkan tempat kerjanya, berarti kami sangat terlambat.
            Sampai sekarang, saya belum pernah mampir ke warung makan Mas Daun Bawang. Tentunya saya belum pernah pula merasakan hasil kerja Mas Daun Bawang. Mungkin kapan-kapan kalau ada waktu saya akan mampir ke sana dan mewawancarai Mas Daun Bawang dan mencari tahu nama aslinya. Ini bukan berarti ngefans, lo! {ST}

Popular Posts

Isi blog ini