Ana

Jumat, 01 Januari 2016

Ledakan Kembang Api Tetangga




            Kembang api adalah sesuatu yang sering sekali digunakan dalam perayaan pergantian tahun, termasuk juga pada pergantian tahun 2015 menjadi 2016. Saya juga suka mengamati kembang api yang menghiasi langit tengah malam pada malam pergantian tahun.
            Rasa-rasanya, saya hanya pernah memainkan kembang api yang dipegang di tangan. Saya belum pernah menyalakan seniri kembang api besar yang berkembang menghiasi langit malam. Selama ini, kalau bermain kembang api, pasti ada anak-anak cowok lain yang memainkannya. Saya tinggal memandang langit dan menikmati pemandangannya. Saya juga tidak perlu takut terkena cipratan apinya.
            Pada akhir tahun 2015 ini, saya menyaksikan keindahan kembang api dari rumah saya saja. Tetangga-tetangga saya sepertinya berlomba-lomba menyalakan kembang api yang paling maeriah ke malam gelap. Saya yang tadinya mengintip lewat jendela, segera membuka pintu dan mengamatinya langsung tanpa penghalang kaca. Saya berdiri di balkon rumah sambil memandang ke langit. Sesekali saya menebak letak landasan kembang api itu. Ada cukup banyak kembang api yang bersumber dari tetangga sebelah rumah saya.
            Tetangga sebelah rumah saya rupanya sedang mengadakan acara khusus dengan mengundang cukup banyak orang. Dalam perayaan ini ada cukup banyak pula kembang api yang disiapkan. Menurut adik saya, yang mengintip lewat jendelanya, kembang api yang disiapkan itu berjejer-jejer, banyak sekali. Para undangan yang datang pun cukup banyak. Kalau dilihat dari lantai 2 rumah kami, mereka terlihat seperti sedang berkumpul untuk berdemonstrasi.
            Kembang api yang muncul dari sebelah rumah itu muncul bertubi-tubi, susul menyusul. Sauranya memekakkan telinga. Apalagi kalau sudah mendengarnya selama beberapa puluh kali. Bunga-bunga apinya banyak yang berjatuhan ke balkon tempat saya menonton. Asap yang dihasilkan pun mulai membuat mata pedih dan sesak napas. Saya segera kembali ke dalam rumah ketika suasana tidak lagi bisa dinikmati.
            “Suaranya kaya orang lagi perang,” komentar Mamah yang ternyata mengikuti jejak saya untuk melihat kembang api.
            Suara kembang api itu ada yang terdengar seperti ledakan, ada juga yang seperti letupan. Memang benar juga sih seperti perang. Bersyukur juga karena ini bukan perang betulan, perang-perangan pun bukan. Ini hanya sekedar kembang api untuk memeriahkan tahun baru. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini