Ana

Selasa, 22 Desember 2015

Toilet Umum Ala Kadarnya (?)




            Toilet umum sering dibuat ala kadarnya. Hanya sekedar ada. Itu sudah menjadi rahasia umum di negeri ini. Toilet yang sebenarnya tidak terlalu layak untuk digunakan. Toilet rusak, tidak ada air, kotor, dan berbau pesing adalah sesuatu yang dianggap wajar. Tak heran banyak orang, termasuk saya, takjub kalau menemukan toilet umum yang bersih dan gratis. Saya beberapa kali mencatatnya di blog ini.

            Beberapa orang kenalan saya, bahkan menunda ke toilet di tempat umum. Mereka lebih baik ke toilet di tempat-tempat yang sudah dikenal dengan baik, misalnya di rumah. Kalau saya, sih, kalau mau pipis, cuek aja ke toilet. Kadang-kadang saya harus menahan napas habis-habisan supaya tidak muntah kebauan.

            Toilet di fasilitas umum yang bertambah baik menurut pengamatan saya adalah di stasiun kereta api. Beberapa kali mampir ke toilet stasiun, saya selalu terkesan. Selain menjadi bertambah bersih, gratis pula. Toilet di stasiun memang sudah sepatutnya untuk dibuat nyaman. Toilet ini adalah tempat perhentian setelah orang-orang menempuh perjalanan yang jauh. Toilet tidak hanya menjadi tempat membuang hajat, tetapi juga untuk menyegarkan diri dan berdandan.

            Suatu kali, saya membaca berita tentang toilet dan hubungannya dengan Kementerian Perhubungan, atau lebih tepatnya dengan Menteri Perhubungan. Rupanya menteri perhubungan yang sekarang, Pak Jonan, adalah orang yang cukup rewel soal toilet. Menurutnya toilet yang bersih untuk memenuhi dan meningkatkan standar pelayanan publik. Ternyata dia mulai membenahi PT KAI mulai dari toilet umumnya. Pantesan!





            Saya sangat mendukung nita baik Pak Jonan untuk meningkatkan kualitas toilet. Kalau menemukan toilet keren di tempat umum, saya akan menuliskannya di blog ini. Toilet umum yang dibuat ala kadarnya akan segera menjadi sejarah di negara ini. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini