Ana

Jumat, 25 Desember 2015

Haram Mengucapkan Selamat Natal




            Beberapa tahun belakangan ini beredar seruan kalau mengucapkan selamat natal itu haram hukumnya. Tentu saja seruan ini berlaku pada agama yang bukan Kristen. Bagi yang beragama Kristen, yang artinya pengikut Kristus, Natal adalah suatu peristiwa sukacita.
            Banyak orang yang cukup terganggu dengan adanya seruan itu, terutama yang beragama Kristen. Saya juga pernah merasa kehilangan teman-teman yang sudah tidak lagi mengucapkan selamat natal, padahal sekarang tidak perlu lagi bertemu langsung atau mengirimkan kartu natal.
            Dalam beberapa tahun itu, saya tidak lagi mempermasalahkan tentang ucapan selamat. Memberikan ucapan selamat adalah hak mereka, bukan kewajiban.  Saya tidak berhak menuntut mereka ataupun menghakimi apa yang mereka yakini. Tidak menjadi masalah bagi saya apakah ada yang mengucapkan selamat natal atau tidak. Yang penting saya dapat merayakannya dan merasakan maknanya. Kepercayaan dan keyakinan bagi saya adalah hal yang pribadi.
            Dalam sebuah doa syafaat yang diakhiri dengan doa Bapa Kami, saya mendapatkan makna baru tentang sebuah bagian dari doa ini. Dalam doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus itu, ada kalimat janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.
            Haram atau tidaknya sebuah tindakan tentunya ada alasannya. Alasan ini bisa saja tidak dapat dimengerti oleh pihak lain. Saya, sih, terus terang tidak mengerti mengapa mengucapkan selamat natal itu haram. Saya juga tidak mau membuang waktu untuk mencari tahu alasannya. Selain karena kurang peduli, saya juga tidak mau mencampuri urusan agama lain.
            Membuat seseorang melakukan sesuatu yang diharamkan, dapat dikatakan membawa seseorang dalam pencobaan. Saya, sih, tidak mau membawa teman-teman saya ke dalam pencobaan. Saya tidak mau teman-teman saya “jatuh ke dalam dosa” hanya karena mengucapkan selamat natal.
            Walaupun tidak terlalu mempermasalahkan ada atau tidaknya ucapan selamat natal, saya tetap merasa senang kalau ada teman berbeda agama yang mengucapkannya. Salam damai bagi kita semua. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini