Ana

Kamis, 03 Desember 2015

Hanya Dengan Bersyukur, Hidup Menjadi Kaya




            Hanya dengan bersyukur, hidup menjadi kaya. Kata-kata itu membuat saya agak tersentak. Sepertinya saya, dan beberapa anggota keluarga saya, agak kurang bersyukur akhir-akhir ini. Pasalnya, ada beberapa keinginan kami yang belum bisa dicapai dalam waktu dekat. Akibatnya, ada beberapa dari kami yang menderita penyakit “mental merana”, selalu merasa diri merana dan patut dikasihani. Penyakit mental merana sepertinya juga menghinggapi beberapa orang terkenal di negeri ini.
            Sebenarnya bersyukur bukanlah hal yang baru bagi saya. Bersyukur adalah salah satu cara hidup yang diajarkan kepada saya. Namun tetap saja, yang namanya teori lebih mudah diungkapkan daripada dilakukan.
            Bertahun-tahun yang lalu, saya pernah melatih diri saya untuk bersyukur dengan menghitung berkat yang saya terima. Penghitungan itu saya lakukan setiap hari. Hanya dengan melakukannya selama 3 hari, pikiran saya sudah sangat segar karena saya merasa sangat diberkati.
            Ketika membaca kata-kata itu, “hanya dengan beryukur, hidup menjadi kaya” , saya kembali diingatkan kalau bersyukur itu seharusnya dilakukan sepanjang waktu. Tidak hanya di saat-saat tertentu. Dulu, menghitung berkat yang saya lakukan setiap hari itu pemicunya karena beban berat yang rasa-rasanya tidak kuat saya pikul. Dengan bersyukur, bebannya tidak berkurang, sih, namun terasa lebih ringan. Hidup pun terasa menjadi kaya. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini