Ana

Senin, 28 Desember 2015

Dilarang Palkir (?)




            Kendaraan yang parkir di depan pintu pagar atau ruko kadang-kadang menyebalkan pemiliknya. Apalagi kalau tempat itu adalah tempat usaha dan orang yang parkir tidak bermaksud menjadi pelanggan. Saya bisa maklum kalau orang akan menjadi jengkel.
            Saya dan adik-adik saya juga pernah jengkel pada tetangga (atau kenalannya tetangga) yang suka memarkir mobilnya di depan rumah kami. Yang membuat jengkel karena di rumah tetangga itu masih ada space untuk parkir. Selain itu, tamu-tamu yang mau ke rumah kami harus mencari tempat parkir yang agak jauh karena space di depan rumah kami sudah ada yang menempati. Itu saja parkirnya tidak di depan pintu pagar.
Terbayang bagaimana jadinya kalau ada orang yang parkir di depan pintu. Tak heran bila ada banyak larangan parkir di depan pintu. Larangan itu kadang-kadang berupa tulisan yang dibuat sendiri, ada juga yang dibeli. Tulisan “dilarang parkir di depan pintu” memang ada yang menjual. Rupanya larangan itu dipandang sebagai peluang bisnis bagi beberapa orang.
Melihat dan membaca tulisan “dilarang parkir di depan pintu” adalah hal yang biasa, apalagi di Jakarta. Saya dapat menemukannya hampir di seluruh penjuru kota. Mulai dari rumah tinggal mewah, sampai di tempat yang agak kumuh. Kadang-kadang dilengkapi dengan keterangan “ada anjing galak”. Yang istimewa salah yang saya temukan di sebuah jalan rute berangkat kerja ini, “dilarang palkir”. Iya benar, pake huruf L. Palkir. Istimewa, kan? {ST}

Catatan: Tulisan ini sebenarnya ada fotonya, tetapi belum ditemukan.

Popular Posts

Isi blog ini