Ana

Senin, 16 November 2015

Propic Bendera Perancis




            Pertengahan bulan November 2015 ini dunia dikagetkan oleh berita dari Paris. Di kota yang kabarnya paling romantis sedunia ini terjadi penembakan dan beberapa bom bunuh diri. Rangkaian peristiwa ini mengakibatkan lebih dari 100 orang kehilangan nyawanya.
            Berita mengagetkan itu menimbulkan komentar dari banyak pihak. Ada yang simpati, ada yang turut berduka, ada juga yang mengutuknya. Saya pun turut berduka atas tragedi kemanusiaan ini. Sudah pasti, saya tidak mendukungnya. Saya adalah pendukung perdamaian dunia. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena…. (cari sambungannya dari khotbah di atas bukit).
            Simpati kepada Perancis difasilitasi oleh media sosial paling terkenal sedunia, Facebook. Facebook menyediakan layanan baru yang dapat mengupdate Facebooker yang ada di Paris dengan fitur Safety Check. Sebelumnya fitur ini pernah diaktifkan pada bencana alam. Facebook juga memberikan fasilitas baru yang bisa membuat propic berlatar bendera Perancis, merah putih biru.
            Cukup banyak kenalan saya yang mengganti propicnya dengan menu bendera Perancis ini. Sudah dapat dipahami maksudnya tentunya menunjukkan simpati kepada korban peristiwa kekerasan di Perancis itu.  Saya, walaupun turut simpati dan tidak menyetujui aksi ini, tidak ikut mengganti propic saya.
            Ada beberapa alasan sebenarnya yang mendasarinya. Yang pertama dan terutama karena saya ingin propic saya bergambar wajah saya sendiri, tanpa penghalang. Yang kedua, menunjukkan simpati dan keprihatinan tidak harus dengan menunjukkannya di depan umum, apalagi dengan cara yang sama. Yeah… saya pernah beberapa kali curhat di blog ini tentang bagaimana saya tidak suka yang namanya seragam. Yang ketiga, menurut saya tidak adil bila hanya memberikan perhatian kepada Perancis padalah tragedi kemanusiaan terjadi di berbagai penjuru Bumi ini.
            Penderitaan yang dialami warga Paris juga menjadi pokok doa saya. Saya mendoakan semoga keluarga dan kerabat yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Saya juga mendoakan semoga perdamaian dunia dapat terwujud di Paris, dan dunia ini. Saya juga berdoa semoga tidak ada lagi orang yang menyia-nyiakan hidupnya dengan menjadi pembawa bom bunuh diri.
            Sebenarnya, saya tidak perlu menjelaskannya juga, sih. Bagi saya sebenarnya hal ini enggak penting-penting amat. Yang membuat saya menuliskan alasannya dalam catatan ini antara lain buat berjaga-jaga kalau ada yang menanyakan. Geer aja, nih. Hehehe….
Jadi, kalau ada yang menanyakannya, saya tinggal memberikan tautan tulisan ini tanpa perlu berbicara lebih lanjut. Saya agak malas berbicara tentang hal ini. Bukan berarti peristiwanya enggak penting, lo. Tetapi karena pembicaraan itu yang enggak penting. Apa sih yang dapat kita lakukan di sini dengan membicarakannya? Apakah akan membuat dunia lebih baik? Enggak, kan?  Mendingan waktunya untuk mengerjakan sesuatu yang lain. Iya, kan? {ST}

Popular Posts

Isi blog ini