Ana

Sabtu, 28 November 2015

Pemecah Belah yang Mengaku Pemuka Agama




            Baru-baru ini media massa diramaikan oleh protes dari masyarakat karena ada “pemuka agama” yang memelesetkan salam dan menganggapnya racun karena dianggap bertentangan dengan”ajaran” agamanya. Mengapa saya menggunakan tanda kutip? Karena menurut saya orang ini tidak layak menjadi pemuka agama.
            Orang ini sangat gemar mengumandangkan kebencian kepada sesama manusia dan menganggap dirinya suci. Siapa namanya? Saya sih tahu siapa namanya tetapi tidak mau mencantumkannya di sini. Saya tidak mau mencatat nama manusia yang tidak memberikan nilai baik bagi sesamanya ini.
            Beberapa pendapatnya, menurut saya, malah membuka mata orang kalau dia sebenarnya tidak layak menjadi pemuka agama. Pengetahuannya sangat cetek, baik itu tentang agama yang katanya dianutnya, maupun tentang dunia yang dihuninya. Contohnya saja, salam khas daerah yang dikatakannya racun itu, kalau dia memang mengerti maknanya, tentunya dia tidak akan mengeluarkan pendapat seperti itu.
            Pendapatnya itu tidak bercanda, lo. Ia menyampaikannya di dalam “khotbah”. Kalau dalam pertunjukan stand up comedy, mungkin aja berncanda. Pendapatnya juga memecah belah persatuan. Hampir-hampir sama seperti jurus yang digunakan para penjajah dulu, mengadu domba orang-orang.
            Saya berharap lebih banyak orang yang belajar dan memahami agamanya dengan baik. Dengan makin memahami ajaran agama dan mendekatkan diri pada Tuhan, manusia makin bisa membedakan mana fitnah pengadu domba dan mana yang benar. Saya juga berharap makin banyak orang yang membuka wawasannya. Era teknologi informasi saat ini sangat memudahkan orang yang berniat untuk belajar.
            Ngomongin orang memang lebih enak, ya. Saya juga seharusnya lebih mendalami lagi agama saya yang mengajarkan kasih itu. Karena kalau bertemu dengan “pemuka agama” itu, saya belum tentu dapat menunjukkan kasih. Yang jelas saya harus menahan tangan saya untuk tidak menimpuknya. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini