Ana

Selasa, 03 November 2015

Migren Tak Terkendali




            Hampir setiap bulan saya selalu migren, sakit kepala sebelah. Migren ini terjadi saat saya sedang haid, dan itu adalah sesuatu yang wajar saja. Kebanyakan perempuan di segala tempat dan sepanjang abad juga pernah mengalaminya.
            Dengan makin mengenal kondisi tubuh, saya sudah tahu bagaimana cara mengatasinya. Ada beberapa suplemen yang harus saya minum pada periode ini. Saya juga harus menjaga tubuh saya supaya tidak terlalu capek dan tidak kurang tidur. Dengan cara ini, kadang-kadang saya terhindar dari migren.
            Baru-baru ini, saya lalai menjaga tubuh saya. Kegiatan yang saya jalani membuat saya terlalu letih. Tidur pun sangat kurang. Akibatnya, tanpa adanya haid pun kepala saya sudah sakit. Sakit kepala itu makin bertambah ketika sang tamu bulanan datang.
            Pagi itu, tubuh saya sudah mencapai batas maksimalnya. Saya bangun dengan kepala yang sakit sebelah. Mata di bagian kepala yang sakit itu rasanya cenut-cenut, seperti mau keluar dari rongganya. Saya tahu, saya harus istirahat. Saya harus tidur, dan tidak bisa ditunda lagi.
            Kondisi saya saat itu bertambah parah karena saya terserang flu. Penyakit yang sebenarnya biasa saja dan dapat menimpa siapa saja ini saat itu dapat melumpuhkan saya. Saya tidak bisa bergerak jauh-jauh dari tempat tidur. Semakin lama saya berdiri atau berjalan, semakin sakit kepala saya. Penderitaan itu masih ditambah dengan mual dan muntah. Demam panas dingin juga berkali-kali datang.
            Saya terpaksa terbaring selama 2 hari untuk memulihkan keadaan saya. Syukurnya, tanpa perlu obat dan terapi canggih saya sudah bisa pulih seperti sedia kala. Ketika mengetik catatan ini, saya sudah sembuh. Semoga saya tidak lalai lagi menjaga tubuh saya. Terbaring migren selama 2 hari benar-benar enggak enak rasanya. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini