Ana

Kamis, 05 November 2015

Lupa Bawa Masker Karena Tidak Terbiasa




            Dua hari ini, saya berkendara dengan ojek. Mobil saya, si Mocil Kencana Wangi, sedang kurang sehat. Mocil terpaksa dirawat inap di bengkel. Ojek menjadi pilihan saya karena saya perlu kecepatan untuk sampai di tujuan.

            Pada hari pertama, saya harus melintasi kemacetan jalanan Jakarta. Saat itu saya sampai kesulitan bernapas karena asap knalpot kendaraan di sekitar saya. Saya menutup hidung dan mulut saya dengan selendang yang saya bawa. Daam hati saya berniat untuk membawa masker bila akan naik ojek lagi.

            Esoknya, saya kembali naik ojek. Alasannya masih sama seperti hari sebelumnya. Si Mocil belum pulih kesehatannya. Saya pun melewati rute yang hampir sama seperti kemarinnya. Saat berhenti di belakang sebuah metromini bobrok, saya baru teringat pada niat saya kemarin, yaitu membawa masker. Sepertinya saya lupa membawa masker karena tidak terbiasa. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini