Ana

Jumat, 13 November 2015

Delegasi Konfa 2015 ke Rumah Susun Kebon Kacang




            Salah satu agenda Konferensi Anak Indonesia 2015 adalah mengunjungi rumah susun. Delegasi Konfa mengunjungi rumah susun Kebon Kacang pada hari Kamis, 5 November 2015. Anak-anak berseragam kaos merah ini disambut oleh pejabat kelurahan.
            Mengingat lokasinya yang tidak terlalu jauh dari rumah, saya memutuskan untuk bergabung dengan rombongan langsung di Kebong Kacang. Apalagi saya sudah tahu lokasi rumah susunnya. Saya punya kenalan yang pernah tinggal di rumah susun itu.
            Dengan pede saya naik ojek langsung menuju ke sana. Ojek yang mengantarkan saya pun melintasi kepadatan lalu lintas Jakarta menuju ke rumah susun yang padat itu. Dari informasi yang saya dapatkan, rombongan Konfa akan berkumpul di lapangan. Saya pun langsung menuju ke lapangan.
            Sampai di lapangan, saya tidak menemukan rombongan delegasi Konfa. Yang ada hanya kegiatan sehari-hari orang yang tinggal di sana. Mereka langsung menyapa karena saya terlihat sangat asing di lingkungan itu. Ternyata, selain kompleks rumah susun yang saya datangi itu, ada rumah susun lain yang letaknya di RW 10. Rumah susun yang saya datangi ini adalah RW 1.
            Saya pun menuju rumah susun RW10 dengan menggunakan ojek. Sesampainya di sana, saya segera dapat menemukan anak-anak Konfa yang bersuara riuh. Saat itu, mereka sedang berfoto bersama di tengah lapangan.
            Di tempat ini, anak-naak bisa melihat kehidupan di rumah susun. Mereka berjalan di lorong-lorong dan melihat taman-taman. Mereka menanyakan beberapa hal kepada beberapa penduduk. Yang ditanyakan antara lain tentang air minum. Banyak dari antara mereka yang belum pernah melihat rumah susun.
            Saya sih pernah melihat rumah susun, namun baru kali ini saya ke rumah susun Kebon Kacang ini. Menurut saya, rumah susun ini cukup rapi dan menyenangkan. Ada banyak taman-taman kecil. Lorong-lorong gangnya tidak terlalu sempit. Orang yang berpapasan tidak perlu memiringkan badan untuk memberi jalan kepada orang yang datang dari arah berlawanan.
            Salah satu hal yang paling berkesan bagi saya adalah banyaknya antena parabola kecil di rumah susun itu. Antena seperti ini digunakan untuk TV berlangganan. Dengan demikian, orang-orang yang memiliki antena ini tentunya juga memiliki TV-nya. Dapat diasumsikan sebenarnya penghuni rumah susun ini enggak miskin-miskin amat. Selain antena parabola, di kompleks rumah susun ini juga banyak kendaraan. Ada kendaraan roda 2, ada juga kendaraan roda 4.
            Kunjungan ke rumah susun Kebon Kacang ini dilakukan pada pagi menjelang siang hari. Sinar matahari sudah terasa cukup terik. Anak-anak banyak yang kecapekan dan kehausan. Beberapa dari mereka akhirnya banyak yang duduk dengan wajah bengong seperti saya. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini