Ana

Rabu, 28 Oktober 2015

Kekurangan Oksigen Menurunkan Kecerdasan




            Saya sedih sekali ketika tanah kelahiran saya diliputi asap. Lebih sedih karena banyak anak-anak kecil yang harus hidup dilingkupi asap. Anak-anak kecil ini tidak punya pilihan lain. Mereka tidak punya tempat mengungsi.
            Sebuah artikel yang saya baca membuat saya makin sedih lagi. Dalam artikel tersebut disebutkan kalau pekatnya asap akan memberi pengaruh pada kecerdasan anak. Anak yang sedang dalam masa pertumbuhan memerlukan nutrisi dan juga oksigen yang cukup. Kekurangan oksigen akan memengaruhi pertumbuhan otak. Otak yang kekurangan oksigen tidak akan bertumbuh dengan baik. Kecerdasan akan berkurang. Demikian kira-kira inti tulisannya.
            Penjelasan di artikel itu sangat masuk akal. Hampir semua organ di tubuh manusia memerlukan oksigen untuk tetap hidup dan bertumbuh. Demikian pula dengan otak. Pertumbuhan otak akan terhambat bila kekurangan oksigen. Nah, itulah yang sedang terjadi di tanah kelahiran saya di Kalimantan.
            Sampai sekarang, saya berharap tulisan ini salah. Tanpa asap pun, kami, orang-orang Dayak kerap dianggap tidak cerdas. Saya cukup sering mengalaminya. Saat masih sekolah dan kuliah, kerap kali orang-orang di sekitar saya heran dengan nilai pelajaran saya yang lumayan bagus. Saat sudah bekerja, ada juga yang heran mengapa saya bisa mencapai target KPI. Keheranan yang bisa dikatakan pujian sekaligus hinaan, apalagi yang ditambahi komentar, “Padahal kamu orang Dayak.”
            Selain oksigen, ada banyak faktor lain yang memberi pengaruh pada kecerdasan, misalnya gizi dan juga pembelajarannya. Semoga anak-anak di Kalimantan dapat tidak kehilanagn ekcerdasannya karena musim asap kali ini. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini