Ana

Senin, 26 Oktober 2015

Buruh Sawit yang Kehilangan Pekerjaan




            Perkebunan kelapa sawit dituding sebagai biang munculnya asap di beberapa daeah di Kalimantan. Pada kenyataannya memang demikian juga, sih. Dalam pengusutan yang dilakukan oleh pihak-pihak berwajib, ditemukan beberapa perusahaan sawit yang dianggap bersalah.
            Perusahaan-perusahaan itu dengan segera menjadi perhatian media. Memang inilah saat yang paling tepat untuk memberitakan mereka. Para “tersangka” ditayangkan di beberapa media. Saya sempat menonton salah satu tayangannya.
            Pada tayangan yang saya lihat itu, dikatakan kalau orang-orang yang bergerombol itu adalah buruh pekerja di perkebunan sawit. Mereka kehilangan pekerjaan karena kegiatan perusahaan dihentikan. Selama ini mereka bekerja sebagai buruh harian. Nah, pekerjaan harian yang harus mereka lakukan adalah membakar lahan.
            Beberapa orang buruh yang saya lihat itu memiliki ciri-ciri fisik seperti orang-orang dari Indonesia Timur. Dalam wawancara, ada yang menyebutkan kalau mereka tidak bisa pulang karena tidak ada biaya. Dapat disimpulkan kalau dia adalah perantau yang mencari rezeki dengan menjadi buruh perkebunan kelapa sawit. Pendapatannya yang terbatas dan akhirnya terhenti itu membuatnya terdampar di Kalimantan.
            Melihat tayangan itu, saya jadi sadar, menghentikan tradisi musim asap di tanah kelahiran saya makin tak mudah. Tidak hanya masalah teknis yang harus diatasi, tetapi juga masalah sosial yang melibatkan banyak orang. Buruh yang didatangkan dari luar pulau membuat masalah itu makin kompleks. Semoga saja ada jalan untuk menyelesaikan masalah asap ini. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini