Ana

Selasa, 08 September 2015

Elang Bondol





            Sesosok elang di Taman Burung TMII menarik perhatian saya. Elang ini, walaupun saya yakin jarang melihatnya, rasanya kok familiar, ya? Saya pun memotretnya berkali-kali. Fotonya menjadi bagian dari koleksi foto saya yang sebagian saya muat di blog ini. Lihat: Taman Burung di TMII
            Sosok elang yang gagah memang membuat banyak orang kagum. Sepanjang sejarah manusia, banyak sekali simbol ataupun cerita yang terisnpirasi oleh elang, rajawali, ataupun burung-burung yang terlihat gagah lainnya. Elang bondol yang berkepala botak ini pun demikian. Elang ini adalah maskot Kota Jakarta. Elang ini juga menjadi inspirasi bagi lambang negara Amerika Serikat.
Mungkin itulah yang membuat saya familiar dengan sosok elang ini. Elang ini tergambar pada bus Transjakarta yang sering saya lihat. Pada sisi samping bus tergambar elang ini sedang menyambar salak. Elang bondol dan salak condet adalah maskot kota yang saya tinggali ini. 

Elang bondol tinggal di pesisir pantai. Sebenarnya, elang bondol tidak hanya tinggal di sekitar Jakarta. Elang seperti ini ada di seluruh dunia. Hampir semua kepulauan Indonesia juga menjadi tempat tinggal bagi elang jenis ini. Namun, hanya Jakarta yang menjadikannya maskot. Ironisnya, sekarang ini elang bondol sudah tidak banyak lagi di Jakarta. Daerah pantai yang sudah dihuni oleh manusia membuat elang bondol terusir. Habitat elang bondol yang terdekat adalah di Kepulauan Seribu. Masih termasuk provinsi DKI Jakarta juga, sih.
Elang bondol juga ada di India. Di negeri yang menghasilkan banyak mitos dan legenda ini elang bondol menjadi inspirasi burung garuda, tunggangan Dewa Wisnu. Di Indonesia, burung garuda yang menjadi lambang negara lebih terinspirasi oleh kerabatnya, elang jawa. Cerita tentang elang jawa akan saya tuliskan dalam tulisan yang lain. {ST}  

Popular Posts

Isi blog ini