Ana

Rabu, 10 Juni 2015

Tempat Makan Tetap Buka di Bulan Puasa




            Tahun 2015 ini, kemungkinan bulan Ramadhan akan dimulai tanggal 17 atau 18 Juni 2015. Umat Islam akan berpuasa selama sebulan. Mereka tidak makan, tidak minum dan juga menahan nafsu selama sebulan itu.
            Tahun ini, ada isu yang menyebutkan kalau Menteri Agama meminta tempat makan tetap buka pada saat bulan puasa. Hal itu kabarnya untuk menghormati orang-orang yang tidak berpuasa. Isu ini belum tentu benar, namun sudah mengundang banyak reaksi. Bangsa ini memang bangsa yang reaktif ya…
            Ada yang pro, terutama orang-orang yang tidak puasa. Kaum minoritas yang tidak wajib menjalankan puasa memang kadang-kadang agak “disusahkan”. Kebanyakan orang, yang beraktivitas jauh dari rumah, kebanyakan membeli makanan. Kalau sampai semua tempat makan tutup, maka akan datang masalah baru lagi. Ada juga yang kontra. Membuka tempat makan yang kabarnya untuk menghormati orang yang tidak puasa, dapat dikatakan juga justru tidak menghormati orang yang berpuasa.
            Kalau saya, tidak sepenuhnya pro, tidak pula sepenuhnya kontra. Bukan berarti plin plan juga, sih. Saya bahkan merasa tidak perlu bersikap dalam hal ini. Saya menuliskan catatan tentang pendapat saya itu sekalian untuk berjaga-jaga kalau ada yang bertanya. Kalau sampai ada yang menanyakan pendapat, saya tinggal memberikan tautan tulisan saya di blog ini. Baca sendiri aja. Saya malas membahas hal-hal terkait agama. Sesuatu yang biasanya tanpa ujung, tidak produktif juga.
            Saya beragama Kristen. Saya tidak wajib berpuasa ketika bulan Ramadhan datang. Biasanya, saya tetap makan dan minum seperti biasa. Yang tidak biasa adalah cara dan tempat makannya. Yang biasanya saya makan tanpa segan, saat Ramadhan saya akan ngumpet. Rasanya tidak nyaman kalau teman-teman yang puasa melihat. Saya juga tidak tega rasanya kalau mereka menjadi tergoda karena aroma makanan saya.
            Kebiasaan ngumpet itu sudah saya lakukan selama bertahun-tahun. Teman-teman yang puasa mudah-mudahan tidak merasa terganggu atau tergoda. Saya juga sudah merasa terbiasa. Dan itu tidak mengganggu, kok. Saya juga malah merasa nyaman apabila rumah makan ditutupi dengan tirai.
            Selain sebagai penghormatan kepada teman-teman yang berpuasa, tidak makan di depan orang berpuasa juga adalah bentuk nyata pengamalan ajaran Kristus dalam doa Bapa kami. Bentuk nyata dari doa Bapa Kami: Janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan. Makan di depan orang yang sedang menahan nafsu makan dapat dikatakan “memasukkan orang dalam pencobaan”. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini