Ana

Kamis, 11 Juni 2015

RIP Angeline




            Sudah sebulan ini, dunia maya dihebohkan dengan berita hilangnya seorang anak di Bali. Anak itu, Angeline, adalah anak perempuan berumur 8 tahun yang tinggal bersama ibu angkatnya. Angeline adalah anak yang diadopsi ketika masih bayi. Anak berwajah manis ini juga menarik perhatian saya karena mengingatkan saya pada Azarel, keponakan saya yang cantik dan berambut panjang.
            Hari Rabu, 10 Juni 2015, dunia dikejutkan oleh berita ditemukannya Angeline. Angeline ditemukan tidak bernyawa lagi di halaman rumahnya. Tepatnya jasad Angeline ditemukan di dekat kandang ayam, di bawah tumpukan sampah. Jasadnya sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Diperkirakan Angeline sudah meninggal 3 minggu yang lalu.
            Berita ditemukannya Angeline ini ternyata menarik perhatian banyak orang. Mereka turut membagikan beritanya dalam linimasa media sosial mereka. Kemarin sore, linimasa Facebook saya dipenuhi dengan foto dan berita anak kecil ini. Kebanyakan turut berduka san merasa sedih. Saya juga merasakan hal yang sama.
            Saya sebenarnya tidak terlalu mengikuti berita ini. Saya pikir, dia sudah ditemukan. Biasanya, kalau ada berita anak hilang yang beredar luas di media sosial, anak itu akan lebihmudah ditemukan. Hal itu sudah terjadi berkali-kali. Itu adalah salah satu dampak media sosial yang layak disyukuri.
            Saya baru mulai mengikuti beritanya ketika tautan berita mulai bertebaran di linimasa saya. Saya bertambah sedih ketika membaca kisah hidup anak ini. Angeline adalah anak yang diadopsi sejak berusia 3 hari. Ibu kandungnya merelakan anaknya diadopsi karena keterbatasan biaya. Ibu angkatnya tinggal di Bali, sementara ibu kandungnya tinggal di Banyumas.
            Kepala sekolah dan guru Angeline mengatakan kalau Angeline selalu terlihat seperti anak yang tidak terurus. Bila berangkat sekolah, rambutnya acak-acakan dan badannya bau, seperti tidak mandi. Guru wali kelas sampai-sampai harus memandikan Angeline dulu sebelum masuk ke kelas. Prestasi Angeline juga kurang baik. Konsentrasinya mudah teralih, seperti orang yang kurang makan. Para guru samapi memberikan makanan yang dibeli di kantin. Angeline memakan pemberian itu dengan lahap.
            Badan Angeline yang bau itu karena terkena kotoran ayam yang harus diberinya makan di pagi hari sebelum pergi sekolah. Angeline harus memberi makan sekitar 50 ayam peliharaan ibu angkatnya. Ini juga mengundang pendapat banyak orang tentang mempekerjakan anak. Kalau cuma memberi makan 2 ekor ayam penghuni halaman, itu bisa dikatakan sebagai proses pembelajaran. Kalau sampai 50-an, hmmm…. Itu sih pemberdayaan anak-anak.
            Selain perlakuan ibu angkatnya yang kurang baik itu, ternyata Angeline juga mendapat perlakuan kurang pantas dari pembantu rumahnya. Sang pembantu rumah ini melakukan pelecehan seksual padanya. Sang pembantu ini bahkan diduga sebagai pembunuh Angeline.
            Saat ini, Angeline sudah wafat. Kematiannya membuat banyak orang marah dan sedih. Saya juga sedih sekali membaca berita ini. Semoga orang yang telah melakukan kejahatan kepada Angeline mendapatkan ganjaran yang setimpal. Dan tidak ada lagi anak-anak kecil di dunia ini yang mendapatkan perlakuan tidak layak seperti Angeline. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini