Ana

Kamis, 07 Mei 2015

Naik Bajaj Lebih Mahal dari Taksi




            Bajaj, kendaraan kecil beroda 3 itu adalah salah satu alternatif kendaraan untuk mencapai suatu tempat. Saya beberapa kali memilih menggunakan bajaj karena kendaraan ini bisa mengantarkan sampai ke tempat tujuan. Kendaraan ini juga bisa nyempil di kepadatan lalu lintas kota Jakarta. Cocok juga untuk mencapai tempat yang jaraknya nanggung, dekat enggak, jauh juga enggak.
            Kemarin, ketika mau mengambil mobil saya ke bengkel. Saya berniat menggunakan bajaj. Saya memanggil bajaj biru yang lewat di jalan raya dekat rumah saya. Setelah menyebutkan tempat yang akan dituju berkali-kali saya terkejut. Abang bajaj menawarkan harga yang luar biasa.
            Menurut saya, ongkos untuk mengantarkan saya ke bengkel yang lokasinya tidak terlalu jauh itu paling-paling 15 sampai 20 ribu rupiah. Para abang bajaj yang saya panggil itu menawarkan harga 40 sampai 50 ribu. Harga itu, walaupun bisa nego, turunnya hanya sampai angka 30 ribu. Ongkos segitu, jauh lebih mahal dibandingkan taksi. Ongkos taksi ke tempat yang mau saya tuju itu paling-paling beberapa belas ribu, yang baisanya diikhlaskan menjadi Rp 20 ribu.
            Setelah beberapa kali memanggil bajaj yang tidak sepakat dalam negosiasinya, akhirnya saya memanggil taksi. Abang bajaj yang terakhir kali langsung menurunkan harganya menjadi Rp 17 ribu. Harga ini sebenarnya masih masuk dalam perkiraan harga saya. Namun, saya tetap memilih menggunakan taksi. Kendarannya jauh lebih nyaman, biayanya hampir sama saja. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini