Ana

Selasa, 21 April 2015

Membaca Kehidupan JK Rowling dan Impian Baru




            Ketika sedang mencari ide tulisan, saya berkunjung ke perpustakaan. Saat ini perpustakaan kantor sedang dalam keadaan berantakan. Rak-raknya banyak yang kosong karena isinya berada di dalam kardus bersegel. Kardus bersegel itu untuk memindahkan buku-buku itu ke tempatnya yang baru. Kami akan pindah ke lantai 3. Saat ini, redaksi majalah anak tempat saya bekerja menempati lantai 4.
            Di perpustakaan yang berantakan itu, saya menemukan buku tipis yang berisi wawancara dengan JK Rowling, penulis Harry Potter. Tujuh seri bukunya telah membuatnya sangat terkenal dan kaya raya. Dari sedikit orang yang menjadi kaya karena menulis, dia adalah salah satunya.
            Sebagai seorang yang gemar menulis dan juga penggemar Harry Potter, saya memungut buku yang tidak sengaja jatuh di kaki saya itu. Yap, buku itu jatuh karena penyusunannya yang berantakan. Saya membaca pengantarnya. Saya juga membaca sekilas di dalamnya. Akhirnya saya memungut buku itu dan berniat membacanya dari awal sampai akhir.
            Ketika membaca buku itu, saya seperti bertemu dengan diri saya sendiri. Jane sudah lama ingin menulis. Buku yang ditulisnya itu sudah berputar-putar di dalam kepalanya selama bertahun-tahun sebelum berwujud buku. Itu juga yang terjadi pada saya. Sudah bertahun-tahun ini di kepala saya ada kisah yang terpotong-potong, enggak jelas awal dan akhirnya.
            Sampai saat ini, kisah itu belum menjadi sebuah buku. Saya pernah menuangkan idenya menjadi tulisan (atau tepatnya ketikan) sebanyak 43 lembar. Dan apa yang terjadi pada tulisan saya itu? Tulisan saya itu hilang bersama dengan ulah virus komputer yang entah namanya apa.
            Saat ini sebenarnya saya sudah bisa mengaku sebagai seorang penulis. Saya sudah menulis beberapa ratus artikel fiksi dan nonfiksi untuk sebuah media anak paling terkenal di negeri ini. Saya juga menjadi penulis tetap di blog saya ini (ya iyalah). Namun itu belum membuat saya merasa menjadi penulis sebenarnya karena saya belum menulis buku. Hmmm….tepatnya menulis buku yang sebagus dan selaris Harry Potter karangan JK Rowling itu. Sepertinya ini akan menjadi impian terbaru saya, menulis buku sebagus dan selaris Harry Potter. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini