Ana

Kamis, 23 April 2015

Kampanye Keselamatan di Jalan Bagi Anak




            Senin pagi tanggal 20 April 2015, saya mendapat undangan liputan di sebuah SDN di daerah Bendungan Hilir. Ada acara peluncuran kampanye keselamatan di jalan oleh sebuah perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan organisasi nonprofit.
            Yang menjadi sasaran kampanye keselamatan di jalan ini memang anak-anak. Fakta menunjukkan kalau 11 % korban kecelakaan di jalan raya adalah anak-anak. Entah anak itu sebagai penumpang kendaraan, atau juga sebagai pengemudinya. Ya, di negeri ini anak-anak memang ada yang sudah bisa mengemudikan kendaraan. Mereka juga sering berkeliaran di jalan raya. Tentu saja tanpa SIM.
            Selain memberikan informasi interaktif tentang keselamatan di jalan raya, pada acara ini juga diberikan 200 buah helm untuk anak-anak. Anak-anak yang mendapatkan informasi ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan tempat tinggalnya. Anak-anak yang bersekolah di sekolah dasar ini diharapkan juga dapat mengingatkan orang-orang dewasa di sekitarnya yang tidak memerhatikan faktor keselamatan di jalan.
            Saya sangat mengapresiasi langkah ini. Anak-anak memang sebaiknya mendapatkan informasi tentang keselamatannya sejak masih kecil. Bila mereka tinggal di keluarga atau lingkungan yang mengabaikan masalah keselamatan, mereka tidak akan pernah tahu bagaimana cara hidup yang aman di jalanan.
            Anak-anak sekarang, sepertinya lebih kritis dibandingkan dengan anak-anak generasi sebelumnya. Anak-anak ini tidak akan segan-segan mengingatkan orang tua yang melakukan sesuatu yang salah. Anak-anak itu juga tidak segan untuk bertanya bila ada yang tidak dimengerti. Bila mereka sudah mengerti tentang keselamatan di jalan, tentunya mereka akan bertanya-tanya ketika bertemu dengan tindakan yang membahayakan keselamatan.
            Contoh kecilnya soal pemakaian helm untuk pengendara sepeda motor. Masih ada anak-anak kecil yang tidak menggunakan helm ketika sedang naik sepeda motor bersama orang tuanya. Kalau mereka tahu bahwa menggunakan helm itu penting untuk melindungi kepala ketika terjadi benturan, tentu alasan logis itu akan masuk ke dalam pikiran mereka. Mereka akan bertanya-tanya kepada orang tua yang lalai memberikan helm kepada anaknya. Orang tua yang diingatkan, semoga saja menjadi lebih peduli menjaga keselamatan anggota keluarganya yang masih kecil.
            Kampanye ini memang tidak bisa langsung dirasakan dampaknya. Mungkin dampaknya tidak ada sama sekali karena mereka sudah terbiasa tidak peduli apda keselamatan di jalan. Mungkin juga dampaknya dapat langsung dirasakan apabila ide ini langsung melekat dalam pemikiran anak-anak. Mungkin juga dampaknya akan berasa bertahun-tahun kemudian, ketika anak-anak itu bertumbuh menjadi orang yang sudah bisa mengemudikan kendaraan sendiri.
            Apabila kampanye seperti ini rutin dilakukan, alhasil akan semakin banyak anak yang mendapatkan informasi tentang keselamatan di jalan. Ide tentang keselamatan di jalan akan menjadi populer. Semakin banyak orang yang mengenal dan melaksanakannya. Dengan demikian nyawa yang menjadi korban keganasan jalanan semakin berkurang.
            Saya sangat mendukung kampanye seperti ini. Saya dengan rela menjadi juru kampanyenya melalui tulisan-tulisan saya, termasuk tulisan-tulisan yang ada di blog ini. Kalau jadi juru kampanye untuk partai politik atau untuk calon pejabat, ogah. Semoga saja makin banyak orang yang peduli tentang keselamatan di jalan sehingga makin banyak nyawa yang bisa diselamatkan. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini